Kerap bersikukuh mengatakan jika virus corona berasal dari laboratoriun Wuhan, Tiongkok. Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pun akhirnya mengubah pernyataannya tersebut.
- Nidya Putri
- Kamis, 07 Mei 2020 - 13:15 WIB
WowKeren - Amerika Serikat (AS) kerap menuding Tiongkok sebagai sumber dari wabah corona yang saat ini tengah menginfeksi negara-negara di dunia. Presiden AS Donald Trump bahkan mengatakan memiliki bukti bahwa virus COVID-19 yang mematikan tersebut berasal dari laboratorium di Wuhan seperti yang dirumorkan.
Namun, hal berbeda baru-baru ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Kini ia mengatakan jika Pemerintah AS masih belum memiliki kepastian terkait pernyataan soal asal usul virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut.
Dikutip dari AFP, Pompeo mengatakan bahwa ada bukti kuat virus corona berasal dari laboratorium. Namun, dia tidak menyebut Wuhan atau Tiongkok secara gamblang. "Kami tidak memiliki kepastian dan ada bukti signifikan bahwa ini berasal dari laboratorium. Dua hal itu bisa saja benar," katanya, Rabu (6/5).
"Berasal dari laboratorium atau tidak, rakyat Amerika Serikat tetap berada kondisi berbahaya akibat virus corona yang merebak luas," lanjut mantan Kepala CIA Itu. Ia hanya mengatakan bahwa kunci untuk mengungkapkan semuanya adalah dengan transparansi.
"Ada cara mudah untuk mengetahui jawabannya, tranparansi, keterbukaan, hal yang perlu dilakukan suatu negara jika benar-benar ingin menjadi bagian dalam penyelesaian pandemi global," papar Pompeo.
Sebelumnya, Pompeo sempat bersikukuh memiliki bukti kuat bahwa virus corona berasal dari laboratorium di Wuhan, Tiongkok. Sayangnya, tudingan tersebut dibantah oleh Pemerintah Tiongkok.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Perserikatan Bangsa-Bangsa pun menganggap Pemerintah Amerika Serikat cenderung spekulatif. "Kami belum menerima data atau bukti spesifik dari pemerintah Amerika Serikat yang berkaitan dengan asal-usul virus. Jadi dari sudut pandang kami ini masih spekulatif," kata Ryan, Selasa (5/5).
(wk/nidy)