Pengumuman ini pun mau tak mau membuat aturan penolakan aturan jarak sosial yang digembar-gemborkan pemerintahan Presiden Jair Bolsonaro semakin dipertanyakan.
- Luthfiatun Nisa
- Jumat, 08 Mei 2020 - 09:02 WIB
WowKeren - Juru bicara Presiden Brasil Jair Bolsonaro, Otavio Rego Barros, dinyatakan positif terinfeksi virus corona (COVID-19) seperti yang diumumkan pada hari Rabu (6/5) waktu setempat. Pengumuman ini pun mau tak mau membuat aturan penolakan aturan jarak sosial yang digembar-gemborkan pemerintah Brasil semakin dipertanyakan.
Disebutkan bahwa Otavio Rego Barros saat ini berada di kediamannya dan mengikuti semua protokol yang direkomendasikan oleh pemerintah setelah hasil tesnya dinyatakan positif. Dengan ini, maka tercatat ada lebih dari 20 pejabat penting di kabinet Bolsonaro telah terkonfirmasi positif mengidap virus corona, termasuk kepala komunikasi Fabio Wajngarten dan Menteri Keamanan Nasional Augusto Heleno.
Dilansir dari CNN pada Jumat (8/5), Bolsonaro sendiri mengatakan dia negatif corona, meski belum secara terbuka merilis hasil tesnya ke depan publik. Salah satu surat kabar terkemuka Brasil, Estado de Sao Paulo, mengajukan tuntutan ke pengadilan untuk transparansi pemerintah dalam mengungkapkan hasil tes tersebut, dengan alasan kesehatan presiden adalah masalah kepentingan umum.
Hakim federal memenangkan tuntutan surat kabar itu pada hari Rabu (6/5), dan menolak banding pemerintah atas putusan sebelumnya.
Di sisi lain, selama ini Jair Bolsonaro memang dikenal selalu menyampaikan pernyataan kontroversial terkait pandemi virus corona di negaranya. Bahkan Bolsonaro pernah mengatakan langkah-langkah jarak sosial tidak perlu dilakukan agar tak memberi dampak negatif terhadap ekonomi.
Dalam sebuah jumpa pers malam hari yang diselenggarakan di luar kediaman presiden di Brasilia pada Selasa (28/4) lalu, Bolsonaro ditanya oleh sejumlah wartawan mengenai tanggapannya melihat lonjakan jumlah korban meninggal. Alih-alih menunjukkan kepeduliannya, Bolsonaro justru menjawab, "Terus kenapa? Maaf, tapi Anda ingin saya melakukan apa?"
Bolsonaro bahkan menambahkan meski nama tengahnya adalah "Mesias" yang bermakna suci dalam bahasa Inggris, tetapi dia bukan "orang dengan kemampuan ajaib".
Tak cuma itu, Bolsonaro juga beberapa kali melontarkan pernyataan yang bernada meremehkan ancaman dari pandemi virus corona dengan menyebutnya sebagai "flu biasa". Dia juga menentang perintah untuk tinggal di rumah yang diberlakukan oleh sejumlah gubernur di Brasil untuk menahan penyebaran virus corona.
Di sisi lain, saat ini Brasil telah mencatatkan sebanyak 135,693 angka kasus COVID-19. Dari angka tersebut, 9,188 pasien dinyatakan meninggal dunia, dengan 55,350 lainnya dikonfirmasi sembuh. Brasil sendiri saat ini masih memiliki 71,155 kasus aktif.
(wk/luth)