Imbas Corona, Pendapatan Uber Anjlok Hingga Putuskan PHK Ribuan Karyawan
Dunia

Dampak adanya wabah virus corona (COVID-19), pendapatan Uber dilaporkan mengalami penurunan drastis sehingga putuskan untuk melakukan PHK ribuan karyawannya.

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) tidak hanya mengancam nyawa manusia saja, namun juga telah menciptakan krisis ekonomi di dunia. Banyak perusahaan-perusahaan yang harus menutup usaha mereka lantaran tidak memiliki pendapatan lagi di tengah situasi pandemi.

Salah satu perusahaan yang cukup terdampak wabah corona adalah Uber. Yang terbaru, Uber menyatakan akan memangkas ribuan karyawan mereka setelah pendapatan mengalami penurunan yang signifikan.

Sebanyak 3.700 karyawan Uber terpaksa harus mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Jumlah tersebut diketahui merupakan 14 persen dari total karyawan Uber.

CEO Uber, Dara Khosrowshahi menjelaskan jika pihaknya telah mengalami penurunan jumlah permintaan perjalanan selama masa pandemi corona. Berdasarkan data Uber, penurunan perjalanan begitu anjlok hingga 80 persen pada bulan April.

Padahal, Uber telah tercatat membukukan pendapatan sebesar US$3,5 miliar pada kuartal I 2020 kemarin. Jumlah ini meningkat 14 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya.


Dari total pendapatan kuartal I 2020 ini, 76 persen diantaranya berasal dari bisnis Uber's Rides. Sementara pendapatan lainnya ditopang oleh bisnis layanan pengiriman makanannya, Eats yang total kontribusinya mencapai 16 persen.

Namun lantaran adanya pandemi virus corona, sudah jarang masyarakat mengandalkan bisnis Uber’s Rides lantaran mereka diimbau untuk tetap di rumah. Meski demikian, Uber tetap berharap dapat meningkatkan pendapatan di sektor Eats semasa wabah corona berlangsung.

”Bisnis rides turun sekitar 80 persen pada April, meskipun meningkat pada beberapa minggu terakhir,” jelas Khosrowshahi seperti dilansir dari CNNBussines, Jumat (8/5). “Tapi pandemi telah memberikan hikmah. Ada peluang yang kami pikir Eats semakin besar.”

Rupanya, tidak hanya Uber yang terpaksa harus melakukan pemangkasan terhadap karyawan-karyawannya. Kebijakan ini juga dilakukan oleh pesaing utama mereka di dunia, yaitu Lyft.

Lyft beberapa lalu juga telah mengumumkan pendapatan mereka anjlok sehingga memutuskan untuk melakukan PHK terhadap 1.000 karyawannya. Alasannya sama dengan Uber, adanya wabah virus corona sehingga sangat jarang pelanggan membutuhkan layanan mereka.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait