Media Asing Samakan Anies Baswedan Dengan Gubernur New York Terkait Penanganan Corona
Nasional

Media The Sydney Morning Herald menyamakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan sosok Gubernur New York, Andrew Cuomo, karena sejumlah hal ini.

WowKeren - Langkah penanganan virus corona atau COVID-19 oleh Gubernur DKI Jakarta mendapat sorotan dari media asing. Pemprov DKI sendiri dilaporkan telah memantau dan melacak kasus-kasus potensial COVID-19 pada Januari, jauh sebelum pemerintah RI mengkonfirmasi kasus positif pertama pada 2 Maret 2020 lalu.

Berbeda dari pemerintah pusat yang mengklaim bahwa Indonesia telah "meratakan kurva" infeksi COVID-19, Gubernur Anies menyatakan bahwa jumlah kasus corona sebenarnya jauh lebih tinggi dibanding yang telah ditunjukkan oleh data resmi.

Media The Sydney Morning Herald lantas menyamakan Anies dengan sosok Gubernur New York, Andrew Cuomo. Pasalnya, kedua Gubernur tersebut dinilai telah bertindak cepat untuk menahan virus corona, kedua Gubernur juga disebut harus berhadapan dengan Presiden yang kurang tanggap, dan keduanya juga disebut telah mendapatkan pujian atas usaha mereka tersebut.

Dalam wawancaranya dengan The Sydney Morning Herald, Anies mengaku dirinya langsung bertindak setelah mendengar soal kasus pertama virus baru di Wuhan, Tiongkok. "Kami sudah mulai mengadakan pertemuan dengan semua rumah sakit di Jakarta dan memberitahu mereka tentang penyakit yang saat itu kami sebut sebagai 'pneumonia Wuhan'. Saat itu masih belum ada istilah COVID," tutur Anies dilansir pada Jumat (8/5).


Selain itu, nomor hotline juga dibuat untuk 190 rumah sakit di Jakarta. Nomor ini digunakan untuk menelepon kasus- kasus suspek corona.

"Jumlahnya terus meningkat pada bulan Januari, pada bulan Februari, dan kemudian segera kami menetapkan keputusan pemerintah. Untuk semua orang di kantor kami (Pemprov DKI), mereka semua diberi tugas untuk menangani COVID ini," ungkap Anies. "Ketika jumlahnya mulai naik terus, kami tidak diizinkan melakukan pengujuan. Sehingga setiap kali kami menemukan kasus baru, kamu mengirimkan sampelnya ke lab nasional (yang dikendalikan oleh pemerintah pusat). Kemudian lab nasional akan menginformasikan, positif atau negatif. Pada akhir Februari, kami bertanya- tanya mengapa semuanya (hasil tes) negatif?"

Anies mengaku saat itu nekat mengungkapkan jumlah kasus terkait corona yang telah dipantaunya kepada publik. Setelah itu, pernyataan Anies seakan dibantah oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang kala itu menyatakan tidak ada kasus positif COVID-19 di Indonesia.

Meski kini pemerintah pusat telah mengumumkan angka virus corona setiap hari, Anies tidak setuju dengan pandangan bahwa Indonesia telah melalui yang terburuk. "Saya belum yakin apakah (kurva infeksi COVID-19) sudah merata. Kita harus menunggu beberapa minggu ke depan untuk menyimpulkan apakah tren itu sedang merata atau kita masih bergerak naik," pungkas Anies.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait