Penanganan Pandemi Corona di Korsel Dinilai Apik, Presiden Moon Jae In Banjir Dukungan Publik
AFP
Dunia

Dukungan publik terhadap Presiden Moon Jae In meningkat usai angka infeksi COVID-19 baru di Korea Selatan menurun hingga tinggal 1 digit beberapa minggu yang lalu.

WowKeren - Penanganan pandemi corona di Korea Selatan membuat Presiden Moon Jae In kebanjiran dukungan publik. Melansir Bloomberg pada Jumat (8/5) hari ini, peringkat persetujuan untuk Moon Jae In mencapai 71 persen dalam jajak pendapat pelacakan yang dirilis Gallup Korea.

Angka ini merupakan rekor tertinggi Moon Jae In sejak Juli 2018. Selain itu, ini juga merupakan rekor angka persetujuan tertinggi dibanding dengan Presiden-Presiden Korsel sebelumnya dalam titik jabatan yang sama.

Dukungan publik meningkat usai angka infeksi baru di Korea Selatan menurun hingga tinggal 1 digit beberapa minggu yang lalu. Hal ini memungkinkan pemerintahan Moon Jae In untuk memudahkan kampanye jarak sosialnya dan mulai membuka kembali sekolah- sekolah mulai 13 Mei.


Rekor dukungan publik ini dibangun di atas momentum kemenangan besar koalisi Moon Jae In yang progresif dalam Pemilu pada April lalu. Hal ini juga menandakan bahwa penanganan pandemi yang kuat bisa memenangkan suara publik.

Kemenangan koalisi Moon Jae In menambah dukungan pada tujuan utama blok itu untuk mengurangi ketimpangan pendapatan dengan memprioritaskan upah, mereformasi konglomerat chaebol, dan memperketat aturan pembangunan perumahan yang mahal. Selain itu, Moon Jae In juga mendorong hubungan yang lebih hangat dengan Korea Utara.

Sebelumnya, Korsel sempat menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi kedua di dunia pada awal Maret lalu, di belakang Tiongkok. Namun, Negeri Ginseng tersebut telah mampu mengendalikan penyebaran virus corona tanpa harus mengambil langkah-langkah berat seperti memaksakan lockdown, mewajibkan penutupan usaha, atau melarang perjalanan ke luar negeri.

Moon Jae In sendiri juga sempat "tersandung" dalam tanggapan awal terhadap pandemi corona ini, sama seperti sejumlah pemimpin dunia lainnya. Ia sempat memprediksi bahwa virus corona tidak akan lama, namun kemudian terdapat lonjakan kasus di Korsel beberapa hari kemudian. Penurunan tajam penyebaran virus corona di Korsel sendiri dinilai dapat terjadi berkat fokus pemerintah pada pengujian massal dan juga isolasi orang-orang sakit untuk menahan klaster virus corona.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!