Lini masa Twitter Indonesia pada Senin (11/5) pagi dibuat geger dengan pengakuan sejumlah besar warga Jawa Tengah soal dentuman misterius dini hari tadi. BMKG pun membeberkan temuannya berikut ini.
- Elvariza Opita
- Senin, 11 Mei 2020 - 07:45 WIB
WowKeren - Media sosial kembali dibuat geger dengan kata kunci "Dentuman", yang bahkan pada Senin (11/5) pukul 07.18 WIB berada di posisi keempat daftar trending topic Indonesia. Usut punya usut, rupanya kata kunci ini ramai dibahas karena sejumlah besar warga Jawa Tengah mengaku mendengar dentuman keras pada Senin dini hari.
"Demi apapun ada yg denger suara dentuman gk sih semalem? f**k mrinding w tbtb," cuit @aa****n. "Sempet dengar tak kira suara gluduk jebule semua dengar suara dentuman misterius.." imbuh @mb****r.
Berbagai spekulasi pun menyebar soal dentuman misterius ini. Namun yang mendominasi justru "teori konspirasi" dari warganet yang mengaitkan dentuman tersebut dengan kejadian serupa di Jabodetabek bulan lalu. Sebagai pengingat, pada 11 April 2020 kemarin, bertepatan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau pada malam harinya.
"11 april dentuman di jabodetabek. 11 mei dentuman di sekitar Jawa tengah," kata @sen******ti. "Fenomena nya semakin nyata. Boleh kita sibuk sama karir dan kehidupan, tapi jngn lupa peka dengn alam. Jngn lupa dengan sejarah, jangn lupa dengan agama masing2."
Kala itu berbagai pihak membantah dentuman berasal dari erupsi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) misalnya justru menduga dentuman misterius itu berasal dari petir, meski belakangan fenomena tersebut dikaitkan dengan aktivitas Gunung Salak di Jawa Barat.
Lantas bagaimana penjelasan BMKG soal dentuman kali ini? Kasi Data dan Observasi Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo mengaku tak bisa memberikan penjelasan lebih lanjut soal fenomena tersebut.
Kendati demikian, BMKG menyebut tak ada aktivitas awan petir yang berpotensi menimbulkan dentuman misterius seperti itu. Aktivitas seismik pun terpantau nihil.
"Kalau dari meteorologi, kumpulan awan dari tengah malam sampai sahur cuman di sekitaran pesisir selatan awan-awan petirnya. Sementara dari geofisika tidak terpantau adanya aktivitas seismik," tutur Yoga, seperti dilansir dari Kumparan. "Jadi jawaban sementara belum bisa mengkonfirmasi suara dentuman yang sebenarnya."
(wk/elva)