Salah satu contoh nyata fenomena ini adalah insiden penamparan perawat wanita di Semarang pada 9 April 2020 lalu. Perawat tersebut ditampar oleh seorang pria yang tidak terima karena ditegur saat tak mengenakan masker.
- Bertilia Puteri
- Senin, 11 Mei 2020 - 13:05 WIB
WowKeren - Pandemi corona (COVID-19) membuat banyak pemerintah negara- negara di berbagai belahan dunia mengimbau warganya untuk mengenakan masker. Sayangnya, fenomena warga yang marah karena ditegur soal masker ini kerap terjadi, bahkan di Indonesia.
Guru Besar Psikologi sekaligus Ketua Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Koentjoro, lantas menjelaskan kemungkinan alasan di balik fenomena tersebut. "Ada banyak hal, kalau saya perlu saya selidiki lebih mendalam," tutur Koentjoro dilansir detikcom pada Senin (11/5).
Menurut Koentjoro, hal pertama bisa berkaitan dengan politik atau adanya unsur pembangkangan. Selain itu, fenomena ini bisa muncul karena adanya keinginan untuk mencari sensasi atau ketenaran.
"Pertama, itu ada unsur pembangkangan ada hubungannya dengan politik atau tidak," ungkap Koentjoro. "Kedua, itu prank seperti yang sembako berisi sampah dan batu. Prank, ya mencari sensasi saja cari followers."
Kemudian, yang ketiga berkaitan dengan adanya kesalahan pola asuh. Hal ini disebutnya berkaitan dengan watak seseorang yang merasa paling hebat.
"Ketiga salah asuhan. Salah asuhan ini merasa paling hebat, tidak bisa diatur," jelas Koentjoro. "Padahal hidup itu sebetulnya ada aturan. Nah dari tiga itu sebetulnya mana yang perlu kita selidiki lebih jauh lagi."
Lebih lanjut, Koentjoro pun meminta agar masyarakat berusaha untuk saling menjaga dalam masa pandemi corona ini. Koentjoro menyebut agar jangan sampai diri sendiri menularkan virus corona kepada orang lain.
"Tetapi sekarang kita harus ingat, tolong deh jaga kondisi. Sekarang ini semuanya kan terancam, relasi kita berubah relasi fisik itu hanya terjadi pada orang-orang yang sangat dekat yaitu keluarga, karena itu kalau kita relasi fisik maka kita harus kita jaga," tegas Koentjoro. "Jangan sampai kita justru menjadi penular bagi yang lainnya."
Sementara itu, salah satu contoh nyata fenomena ini adalah insiden penamparan perawat wanita di Kota Semarang, Jawa Tengah, pada 9 April 2020 lalu. Pelaku penamparan tersebut adalah seorang pria berinsial B yang tidak mengenakan masker dan tak terima saat ditegur sang perawat. Video rekaman CCTV aksi pemukulan B terhadap perawat tersebut pun beredar luas di media sosial dan menjadi viral.
(wk/Bert)