Data Mengejutkan Kasus Baru Corona Sulut, 80 Persen Pasien Tak Rasakan Gejala COVID-19
Nasional

Gugus Tugas COVID-19 Sulawesi Utara membongkar jika kasus corona di Sulut didominasi oleh pasien yang sama sekali tidak menunjukkan gejala-gejala COVID-19.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia masih mengalami kenaikan yang cukup signifikan setiap harinya. Berdasarkan data dari covid19.go.id hingga Minggu (10/5), kasus corona di Indonesia telah mencapai 14.032 orang.

Pemerintah Indonesia lantas telah menerapkan berbagai kebijakan dan imbauan bagi masyarakat agar tetap berada di rumah dan menghindari keramaian selama wabah berlangsung. Imbauan tersebut terus diserukan demi memutus rantai penyebaran virus corona.

Apalagi, data yang ada menunjukkan jika sebanyak 80 persen pasien yang terinfeksi virus corona rupanya sama sekali tidak menunjukan gejala COVID-19. Pasien ini biasa masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG).

Salah satu contoh banyaknya kasus OTG yang terjadi di provinsi Sulawesi Utara (Sulut). “80 persen pasien terkonfirmasi COVID-19 adalah orang tidak bergejala atau gejalanya sangat ringan,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas COVID-19 Sulut, Steaven Dandel seperti dilansir dari Kumparan pada Senin (11/5).


Dandel lantas menunjukkan data sebaran virus corona di Sulut. Berdasarkan data yang dihimpun pada Minggu (10/5), ada 18 pasien positif COVID-19 baru di Sulut. Sebanyak 13 orang diantaranya adalah OTG sementara 5 orang lainnya berstatus pasien dalam pengawasa (PDP).

Lebih lanjut Dandel menjelaskan jika hanya sebagian kecil saja pasien yang menujukkan gejala COVID-19. Gejala-gejala virus corona yang dianggap cukup sedikit adalah demam, batuk, flu, dan panas tinggi termasuk kehilangan kesadaran.

Oleh sebab itu, Dandel menekankan pentingnya untuk selalu mengikuti imbauan pemerintah hingga protokol-protokol kesehatan yang ada seputar virus corona. Jika tidak ada kepentingan mendesak, masyarakat diminta untuk tetap berada di rumah saja. Pasalnya, tidak ada yang tahu apakah virus tersebut berada di mana atau dibawa oleh orang yang mana.

”Kita tidak akan pernah tahu, siapa yang sudah terjangkit jika belum dites swab,” jelas Dandel. “Untuk itu, lebih baik kita ikuti anjuran dari pemerintah tentang social distancing dan phsycal distancing. Ini adalah cara untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait