Protokol kesehatan yang baru untuk pendakian gunung itu meliputi hal-hal teknis mulai dari persiapan sebelum hingga selesai pendakian termasuk bagaimana memilih peralatan.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 12 Mei 2020 - 14:59 WIB
WowKeren - Pandemi corona (COVID-19) telah membuat sektor pariwisata RI babak belur. Berbagai aktivitas luar ruangan sebisa mungkin tidak dilakukan jika memang tidak terpaksa.
Tempat wisata pun menjadi sepi. Tak terkecuali aktivitas pendakian yang juga ditutup demi menekan penyebaran virus corona. Namun meski demikian, pemandu gunung yang tergabung dalam Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) telah bersiap membuka kembali setelah pandemi ini berakhir.
Tentu saja, ketika wisata pendakian dibuka kembali tidak akan sama seperti sebelumnya. Sekretaris Jenderal APGI Rahman Mukhlis menyatakan jika pihaknya akan menyiapkan sejumlah prosedur yang lebih ketat bagi para pendaki yang hendak melakukan aktivitas ini usai pandemi mereda. Pembukaan kembali aktivitas luar ruangan diperkirakan akan dilakukan pada Juli mendatang.
"Pasti akan ada penyesuaian, karena ini pandemi masih berlangsung di Indonesia. Sementara perkiraan pemerintah, aktivitas outdoor itu baru bisa dimulai Juli," kata Rahman dilansir KompasTravel, Selasa (12/5). "Pasti dari segi kesehatan ada hal-hal yang harus diikuti, protokol kesehatan naik gunung akan lebih ketat."
Adapun protokol kesehatan yang baru untuk pendakian gunung itu meliputi hal-hal teknis mulai dari persiapan sebelum pendakian hingga selesai. Tak terkecuali bagaimana memilih peralatan.
"Jadi prosedurnya itu tengah kita siapkan mulai dari proses persiapan pendaki di rumah itu bagaimana, terus pemilihan peralatan pendakian," kata Rahman. "Termasuk juga pemeliharaan kesehatan, transportasi, sampai pada cara pendakian, berkemah, dan turun pendakian."
Saat ini, aturan tersebut tengah disusun drafnya. Ia menargetkan jika Juni SOP tersebut bisa segera dipublikasikan. "Itu semua sudah di tahap draft. Target kami Juni bisa di-publish ke masyarakat," lanjutnya.
Salah satu protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh para pendaki nantinya adalah pemakaian masker dan membawa hand sanitizer. "Itu salah satunya, karena kita buat new protokoler ini menyesuaikan dengan aturan yang ada di BNPB dan oleh tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19," kata Rahman.
(wk/zodi)