Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas membongkar angka mengejutkan seputar potensi jumlah pengangguran yang akan terjadi di RI imbas corona. Berapa?
- Ruth Meliana
- Selasa, 12 Mei 2020 - 16:14 WIB
WowKeren - Dampak pandemi virus corona (COVID-19) telah menciptakan situasi krisis bagi perekonomian dunia. Indonesia menjadi salah satu negara yang cukup terdampak wabah corona dalam sektor corona. Apalagi, kasus COVID-19 di Tanah Air masih terus mengalami peningkatan yang signifikan setiap harinya.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas lantas membongkar potensi jumlah pengangguran yang akan terjadi di Indonesia imbas pandemi. Angka pengangguran diprediksi akan meningkat secara pesat hingga 4,22 juta orang dari tahun sebelumnya.
”Jadi tingkat pengangguran ini perlu dirasionalkan lagi angkanya,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dalam video conference, Selasa (12/5). “Jumlah pengangguran akan bertambah 4,22 juta pada 2020 dibandingkan 2019.”
Suharso memberikan pernyataan tersebut dengan berkaca pada kasus virus coroan yang masih menyebar dengan masif setiap harinya di banyak wilayah Indonesia. Faktor lainnya adalah banyaknya perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau merumahkan karyawan lantaran situasi keuangan mereka terpuruk.
Dengan kenaikan jumlah pengangguran ini, Suharso menyebut outlook tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada 2020 sebesar 7,8 persen hingga 8,5 persen. Angkanya lebih tinggi dibandingkan target yang ada di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar 4,8 persen hingga 5 persen atau realisasi 2019 kemarin yang sebesar 5,28 persen.
Meski demikian, Suharso meyakini jika tingkat pengangguran akan membaik mulai tahun 2021 meskipun hanya tipis. Ia memproyeksi jika tingkat pengangguran terbuka pada 2021 berada di kisaran 7,5 persen sampai 8,2 persen.
Terlepas dari keyakinannya, Suharso tetap mengutarakan kekhawatirannya mengenai angka kemiskinan di Indonesia yang kemungkinan akan sulit ditekan pada tahun 2021. Apalagi, tingkat pengangguran masih berkisar 7 hingga 8 persen.
Lebih lanjut Suharso menjelaskan jika outlook tingkat kemiskinan di tahun ini sebesar 9,7 persen sampai 10,2 persen. Oleh sebab itu, Bappenas menargetkan jika tingkat kemiskinan di tahun depan bisa turun di level 9,2 persen hingga 9,7 persen.
”Saya khawatir pada 2021 tingkat kemiskinan itu tidak bisa tertekan tapi mudah-mudahan benar-benar kami bisa tekan,” terang Suharso. “Kami berharap angkanya bisa kami koreksi ke 9 persen. Kalau sampai menjadi dua digit itu benar-benar suatu pekerjaan yang berat.”
(wk/lian)