Pendiri Alvara Research, Hasanuddin Ali menyebut Jawa Timur sebagai provinsi dengan angka kematian corona yang tinggi dibandingkan nasional. Selain itu, angka presentase kesembuhan Jatim juga lebih rendah dibanding nasional.
- Nidya Putri
- Jumat, 15 Mei 2020 - 10:07 WIB
WowKeren - Jumlah pasien virus corona (COVID-19) di Indonesia tiap hari makin bertambah. Hingga Kamis (14/5), Pemerintah Indonesia telah mencatat 568 kasus baru. Sehingga totalnya menjadi 16.006 kasus.
Dari 34 provinsi, DKI Jakarta masih menempati posisi pertama disusul oleh Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Meski begitu, Provinsi Jawa Timur justru disebut sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki tingkat kematian lebih tinggi dan kesembuhan lebih rendah dari nasional.
Pasalnya, hingga kemarin, tingkat kematian di tingkat nasional berada di angka 6,51 persen sedangkan di Jatim mencapai angka 9,69 persen. Sedangkan untuk tingkat kesembuhan nasional berada di angka 21,97 persen, sedangkan Jatim hanya 15,82 persen.
Hal tersebut diungkapkan oleh Pendiri Alvara Research, Hasanuddin Ali. Ali mengatakan jika awa Timur adalah satu-satunya yang datanya seperti ini. Meski Sumatera Utara juga memiliki jumlah kematian lebih tinggi dari nasional, tapi untuk kesembuhan mereka lebih unggul.
“Sementara di Jatim tingkat kesembuhannya lebih rendah. jadi Jatim ini boleh dibilang cukup lebih parah dari provinsi-provinsi lain," ujar Ali dilansir Suara Surabaya, Jumat (15/5). "Dimana rate kematiannya tinggi, terus kemudian kesembuhannya rate-nya rendah. Kalau nasional rate pertumbuhannya tinggi. Tapi rate kematiannya cenderung turun."
Ia menambahkan bahwa salah satu alasan kenapa hal tersebut bisa terjadi adalah fasilitas kesehatan yang tidak memadai. “Jadi apakah faskes di Jatim ini mampu mengcover pasien yang terus tumbuh. Kalau dilihat begitu, kita khawatir bahwa kalau ternyata pasien positif makin tinggi, dan ratenya tinggi otomatis nanti tingkat kematiannya makin banyak. Takutnya faskes di Jatim tidak mampu mengcover pertumbuhan pasien yang makin banyak,” jelasnya.
Adapun beberapa hal yang harus dilakukan provinsi dengan tingkat kematian tinggi untuk membuat angkanya turun dan menaikkan angka kesembuhan adalah memastikan kesiapan fasilitas kesehatan di Jatim terkait penanganan COVID-19 dan berupaya menekan penularan virus ini.
“Yang paling penting adalah sebagaimana di Jabar, yaitu PSBB di seluruh provinsi. Di Jatim, baru di Surabaya, Gresik, Sidoarjo, ditambah Malang Raya," paparnya. "Kalau kita lihat sebaran yang tinggi di semua Kabupaten/Kota, harus PSBB di seluruh wilayah Jatim."
Selain itu, pelaksanaan PSBB juga harus diperketat. Pelaksanaan PSBB di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik dinilai masih belum efektif karena masih banyak terjadi keramaian, seperti warung kopi, mall, dan masjid yang masih menggelar tarawih.
Sementara itu, ia mengatakan saat ini provinsi yang paling ideal mengenai penanganan COVID-19 adalah Bali. Provinsi ini memiliki tingkat kematian rendah (2,4 persen) tapi memiliki tingkat kesembuhannya menembus angka diatas 60 persen lebih. “Jauh diatas nasional. Sehingga pasien yang masih dirawat itu, active case itu rendah,” tuturnya.
(wk/nidy)