Roy Kiyoshi Alami Gangguan Kecemasan Karena Kemampuan Indigo?
Instagram
Selebriti
Kasus Narkoba Roy Kiyoshi

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa Roy Kiyoshi memang memiliki ketergantungan obat-obatan karena gangguan kecemasan yang tinggi akibat kemampuannya sebagai seorang indigo.

WowKeren - Kuasa hukum Roy Kiyoshi telah mengajukan asesmen kepada penyidik untuk kliennya menjalani rehabilitasi. Roy juga sudah dirujuk ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO), Jakarta Timur.

Kasat Narkoba Polres Jakarta Selatan, Kompol Vivick Tjangkung, mengungkapkan bahwa Roy memang memiliki ketergantungan tinggi terhadap obat-obatan yang ia gunakan. Menurut Vivick, Roy mengaku ketergantungan obat-obatan tersebut karena ia merupakan seorang Indigo.


"Pengakuannya memang istilah di umum itu indigo," ucap Vivick saat ditemui di Polres Jakarta Selatan pada Kamis (14/5) kemarin dilansir dari Kumparan.

Selain itu, Vivick mengatakan bahwa Roy juga memiliki kecemasan yang tinggi sehingga suasana hatinya terbilang naik turun. Oleh sebab itu, ia sangat membutuhkan obat agar dapat merasa rileks.

"Sebenarnya dia memiliki kecemasan yang tinggi, mood-nya yang naik turun. Sehingga dia membutuhkan rileks, sehingga tiga tahun terakhir dia mengontrol terus di dokter yang jadi langganan tetapnya," kata Vivick.

Selain itu, Vivick menyebutkan bahwa selama tiga tahun terakhir ini Roy memang sempat berkonsultasi ke dokter dan mengonsumsi resep yang diberikan. Namun tahun ini, Roy memang belum ada kesempatan untuk menemui dokternya lagi sehingga ia berinisiatif membeli obat sendiri.

"Mungkin karena kebanyakan kegiatan dia di luar, dan juga dia buka praktik di rumahnya, sehingga menyita waktu dia untuk melakukan kontrol yang biasa dia lakukan melalui dokter yang sudah dia temui. Dengan dia berpikir bahwa obat yang disarankan oleh dokter yang selama ini dia gunakan, dia coba menggunakan obat lain untuk dia beli melalui online," ucap Vivick.

Dengan obat tersebut, Vivick mengungkapkan bahwa Roy merasa bisa lebih rileks. Roy jadi mampu mengatasi rasa kecemasannya yang tinggi. Namun, tindakan Roy mengonsumsi obat-obatan tersebut sudah dinilai melanggar peraturan.

"Obat itu lebih arah untuk buat orang lelap tidur. Dia menganggap dengan rasa kecemasan dia yang tinggi, mood yang tidak teratur, dengan menggunakan obat itu dia bisa rileks. Itu menurut mood dia. Tapi nyatanya, justru itu yang membuat dia salah dalam penindakannya itu," tutup Vivick.

Seperti diketahui, Roy resmi ditetapkan sebagai tersangka atas penyalahgunaan obat terlarang. Hasil tes urine Roy juga terbukti positif memakai psikotropika jenis benzodiazepin.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts