Nantinya, masyarakat bisa membeli gula seharga Rp 12.500 per kilogramnya. Direktur Utama Bulog Budi Waseso memastikan jika harga gula tidak akan melebihi angka tersebut.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 15 Mei 2020 - 16:58 WIB
WowKeren - Perum Bulog telah menggelar operasi ke Pasar Jatinegara pada Jumat (15/5) pagi. Hal itu dalam rangka menanggapi harga gula yang terus meroket sejak awal Februari lalu.
Dalam operasi tersebut, Bulog membawa sebanyak 1 truk gula untuk didistribusikan ke 10 orang pedagang. Masing-masing pedagang akan mendapatkan kuota sebanyak 200 kilogram.
Nantinya, masyarakat bisa membeli gula seharga Rp 12.500 per kilogramnya. Direktur Utama Bulog Budi Waseso memastikan jika harga gula tidak akan melebihi angka tersebut. Sebab, Bulog menjual gula ke pedagang eceran dengan harga Rp 11 ribu per kilogramnya. Harga itu jauh lebih murah dari harga gula yang ada selama ini.
"Pedagang tadi ibu-ibu menyampaikan, dia ngambil sudah Rp 16.000/kg," kata pria yang akrab disapa Buwas itu di Jakarta, Jumat (15/5). "Kalau itu ya pasti dijualnya Rp 17.000-18.000/kg minimal. Kalau dari Bulog ini Rp 11.000/kg, ya berarti harganya paling maksimal Rp 12.500/kg."
Bulog tak hanya menyediakan gula dengan harga yang murah, namun pihaknya juga memastikan untuk mengantarkan stok gula. "Jadi kalau ada permintaan jangan khawatir, kita punya kendaraan juga untuk diantarkan ke sini," ungkap Buwas.
Untuk memasok kebutuhan gula masyarakat, Bulog rencananya akan berkeliling ke sejumlah pasar di Jakarta, tak hanya Jatinegara. Untuk DKI jakarta sendiri, Bulog telah mengalokasikan sebanyak 9 ribu ton dari total 21.800 ton impor gula yang telah terealisasi.
Lebih lanjut, Buwas menyebutkan jika sebetulnya Bulog bisa menjual gula dengan harga lebih murah dari Rp 11 ribu per kilogram. Namun, kelebihan dari uang penjualan tersebut akan dipergunakan untuk mensubsidi ongkos gula ke Papua.
"Di sini kenapa kita jual Rp 11.000/kg? Sebenarnya bisa di bawah ini kita jual, tapi sisanya ini untuk subsidi daerah Indonesia Timur," terang Buwas. "Sehingga di Indonesia Timur harganya bisa Rp 12.500/kg. Tapi ya paling mahal Rp 13.500/kg."
(wk/zodi)