Kementan Temukan Antivirus COVID-19, Eijkman Bongkar Fakta Mengejutkan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kementerian Pertanian (Kementan) telah menemukan formula antivirus COVID-19, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman bongkar efetivitasnya dalam bunuh virus corona.

WowKeren - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan) telah mematenkan tiga antivirus corona pada Senin (18/5) lalu. Formula yang diklaim dapat menangkal virus corona tersebut berasal dari tanaman eucalyptus.

”Kesimpulan kami bisa (membunuh COVID-19), karena bahan aktif yang dimiliki eucalyptus dan target bisa membunuh Mpro (enzim dalam virus corona),” ujar Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry seperti dilansir dari Detik, Senin (18/5). “Nah itu kandungan Mpro berlaku pada COVID-19.”


Lembaga Biologi Molekuler Eijkman lantas membongkar efektivitas antivirus buatan Kementan tersebut untuk membunuh virus corona. Eijkman menyatakan tidak setuju jika formula tersebut disebut antivirus.

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Profesor Amin Soebandrio menjelaskan jika formula berbahan dasar eucalyptus itu ebih tepat disebut sebagai terapi herbal. Pasalnya, klaim antivirus COVID-19 yang menyebutkan seolah-olah formula itu dapat membunuh virus corona masih harus diuji secara spesifik.

Lebih lanjut Amin meyakini jika antivirus yang diciptakan Kementan masih belum bisa untuk membunuh virus corona. Terlebih, Indonesia saat ini masih belum memiliki isolat virus COVID-19.

”Kalau toh dia punya misalnya dia pernah mencoba itu sebagai antivirus, misalnya digunakan untuk virus apa?,” papar Amin seperti dilansir Detik, Selasa (19/5). “Tapi yang saya yakin itu bukan virus Corona (COVID-19), karena yang mempunyai isolat virus SARS-COV-2 hingga saat ini di Indonesia belum ada.”

Amin juga mengatakan jika efek dari tanaman eucalyptus untuk menangkal corona masih belum terlihat. Menurutnya, formula yang diciptakan Kementan untuk melawan virus corona tersebut hanya memiliki manfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

”Karena kita belum tahu efek sebenarnya, kita tidak bisa menyatakan ini bisa mengatasi pandemi dan sebagainya,” papar Amin. “Mungkin untuk meningkatkan kekebalan bisa.”

”Karena sekarang banyak bahan-bahan alam yang dipakai untuk meningkatkan kesehatan, meningkatkan daya tahan itu sih sah-sah saja,” sambungnya. “Tapi tidak spesifik membunuh virus.”

Sebelumnya, tiga produk antivirus COVID-19 yang dikeluarkan Kementan berupa inhaler, diffuser oil, hingga kalung antiCorona. Nantinya, ketiga produk antivirus ini akan dikerjasamakan bersama PT Eagle Indo Pharma (Cap Lang).

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts