Terkait lonjakan kasus ini, Gubernur Khofifah menyebut jika hal itu tak lepas dari upaya Pemprov yang gencar melakukan tes, baik tes cepat maupun tes swab PCR.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 20 Mei 2020 - 11:09 WIB
WowKeren - Jumlah kasus positif corona (COVID-19) Jatim terus mengalami lonjakan. Per Selasa (19/5), pasien positif bertambah sebanyak 91 orang sehingga totalnya menjadi 2.372 orang.
Sebanyak 1.746 di antaranya saat ini masih menjalani perawatan. "Total tambahan positif hari ini adalah 91 orang yang terkonfirmasi positif," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (19/5) malam.
Sebanyak 91 pasien tersebut, 60 merupakan warga Surabaya. "Dari 91 orang pertama tambahan terbanyak dari Surabaya 60 orang, di bawah Surabaya ada Bangkalan 6 orang dan Sidoarjo 5 orang," kata dia.
Terkait lonjakan kasus ini, Khofifah menyebut jika hal itu tak lepas dari upaya Pemprov yang gencar melakukan tes, baik tes cepat maupun tes swab PCR. Semakin banyak kasus yang terdeteksi maka Pemprov bisa segera melakukan pemetaan. Hal itu akan menunjang kesiapsiagaan seluruh layanan medik dalam mengambil langkah antisipasi.
"Jadi sebetulnya dengan atau tanpa PSBB kalau rapid test dimasifkan dan swab dilakukan secara masif," ujar Khofifah. "Tracing dilakukan secara progresif maka peta baru akan segera bisa diantisipasi sehingga kesiapsiagaan seluruh layanan medik juga bisa diantisipasi."
Sementara itu, pasien yang sembuh juga bertambah sebanyak 12 orang sehingga totalnya menjadi 387 orang. "Hari ini kita juga berduka ada 6 orang lagi yang meninggal, keenamnya dari Surabaya," kata mantan Menteri Sosial itu.
Adapun penambahan kasus baru di Jawa Timur salah satunya berasal dari klaster pasar. Menyikapi hal ini, Pemprov Jatim berupaya untuk mempercepat penerapan sistem ganjil terhadap semua pasar tradisional di provinsi tersebut, yang sebelumnya sudah diterapkan di sejumlah pasar.
Aturan ganjil genap ini tak hanya berpusat pada kegiatan operasional (buka-tutup) toko saja namun juga pengelompokan komoditas yang dijual oleh para pedagang. Sistem ini akan menggunakan kartu yang sebelumnya juga sudah diterapkan di Pasar Klojen Malang dan mendapat respons yang positif
(wk/zodi)