Tidak Baik Untuk Anak, Pemerintah Disarankan Tak Beri Bantuan Pangan Makanan Instan
Nasional

Selain sembako, ada kalanya dalam paket bantuan sosial yang diberikan oleh pemerintah terdapat makanan instan. Makanan instan dinilai tidak baik jika dikonsumsi anak-anak.

WowKeren - Pemerintah telah menggelontorkan sejumlah dana untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya di tengah merebaknya pandemi virus corona (COVID-19). Salah satunya dengan memberikan bantuan pangan.

Namun, ada kalanya bantuan pangan pemerintah tak hanya berisi sembako namun ada juga makanan instan. Pakar kebijakan publik Agus Pambagio menyarankan pemerintah agar tak memberikan bantuan pangan berupa makanan instan. Sebab, makanan instan dinilai kurang baik jika dikonsumsi anak-anak.

"Sekarang di dalam bantuan pangan atau sembako, ada produk tinggi kandungan gula seperti susu kental manis, mi instan, ataupun makanan kaleng," kata Agus dilansir Antara, Rabu (20/5). "Ini kan tidak tepat diberikan kepada masyarakat apalagi nanti dijadikan konsumsi anak-anak."

Oleh sebab itu, ia menyarankan agar makanan yang dimasukkan dalam bantuan tersebut bukan makanan yang tidak baik untuk pertumbuhan anak. Sementara itu, pandemi COVID-19 yang tak kunjung mereda ini kian melambungkan jumlah pengangguran dan angka kemiskinan di Indonesia.


Bahkan warga miskin diprediksi bisa bertambah sampai dengan 3,78 juta dengan jumlah pengangguran meningkat sebesar 5,23 juta orang. Sehingga meningkatnya jumlah penduduk miskin ini berpotensi berdampak pada peningkatan angka stunting.

Pemerintah menargetkan untuk menurunkan angka stunting sebesar 14 persen namun selama pandemi ini akan sulit jika perhatian terhadap gizi anak masih belum terpenuhi. Dokter anak Dr dr Tubagus Rachmat Sentika SpA MARS mengaku prihatin dengan adanya susu kental manis dalam bansos.

Menurutnya, pemberian bantuan sosial ini terlihat sekilas meringankan beban masyarakat. Namun tidak sepenuhnya. Ia menyebut jika susu kental manis memiliki karbohidrat lebih dari 46 persen.

"Sekilas, bantuan ini terlihat meringankan masyarakat," kata dia masih dilansir Antara. "Namun bila diperhatikan bantuan untuk masyarakat dengan komposisi tersebut belum tentu meringankan beban keluarga. Saya sebagai dokter anak prihatin dengan adanya susu kental manis di dalam bansos. Karbohidratnya lebih dari 46 persen. ini dilarang dan tidak boleh untuk anak di bawah 18 tahun."

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait