Camat setempat, Yose Rizal, belum bisa memastikan jika yang dibakar itu apakah posko COVID-19 ataukah kantor desa. Begitu juga dengan alasan yang memicu kerusuhan tersebut.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 20 Mei 2020 - 13:04 WIB
WowKeren - Warga di Kabupaten Merangin, Jambi, melakukan aksi unjuk rasa hingga membakar posko COVID-19 yang ada di sana. Hal itu diduga lantaran bantuan langsung tunai (BLT) yang menggunakan dana desa disalurkan tidak tepat sasaran.
Aksi tersebut terjadi pada Selasa (19/5) malam sekitar pukul 22.30 WIB di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap.Camat setempat Yose Rizal langsung turun ke lokasi usai mendapat laporan tersebut. Meski demikian belum bisa dipastikan apakah yang dibakar kantor desa atau posko COVID-19.
"Saya sedang menuju lokasi, benar ada pembakaran di Desa Air Batu," kata dia dilansir Kumparan, Rabu (20/5). "Namun, belum tahu Kantor Desa atau Posko COVID-19."
Alasan pemicu aksi pembakaran tersebut juga masih belum bisa dipastikan. Namun berdasarkan informasi yang didapatkan, hal itu terjadi lantaran BLT yang tidak tepat sasaran.
Masih dilansir Kumparan, Selain membakar Posko COVID-19, ratusan warga yang berunjuk rasa itu juga merusak Kantor Kepala Desa (Kades) setempat. Warga juga memblokir akses masuk ke desa tersebut yang berada di depan kantor desa.
Pihak polisi dan TNI pun ikut datang ke lokasi kejadian untuk menenangkan warga. Kapolsek Sungai Manau, Iptu Karto, mengatakan saat ini pihaknya sudah berjaga di lokasi kejadian. Polisi juga masih melakukan penyelidikan untuk mencari tahu penyebab aksi kerusuhan itu.
"Kita masih menyelidiki terkait aksi pembakaran ini dan apa sebenarnya pemicu dari peristiwa ini," tutur Karto. "Saat ini, petugas juga sudah berjaga-jaga di lokasi kejadian untuk meredam amukan warga."
Sementara itu, pemerintah terus mengebut penyaluran bantuan untuk masyarakat terdampak corona. Untuk itu, Kementerian Sosial bekerja sama dengan PT Pos Indonesia.
Mensos bahkan meminta Pos Indonesia untuk menyalurkan bansos hingga ke kelurahan dan balai desa. Hal itu bisa dilakukan dengan membuka tenda baru. Namun demikian, hal ini juga harus tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.
(wk/zodi)