Menristek RI Sebut COVID-19 Punya Daya Tular Puluhan Kali Lebih Kuat dari   SARS
Nasional

Hal ini disampaikan Menristek Bambang Brodjonegoro dalam sambutannya di peluncuran produk Riset, Teknologi dan Inovasi untuk percepatan penanganan COVID-19 secara virtual pada Rabu (20/5) hari ini.

WowKeren - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro, menyebut bahwa virus corona baru (COVID-19) memiliki daya tular puluhan kali lebih kuat dibanding virus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Hal ini disampaikan Bambang dalam sambutannya di peluncuran produk Riset, Teknologi dan Inovasi untuk percepatan penanganan COVID-19 secara virtual pada Rabu (20/5) hari ini.

"Kita ketahui bersama COVID-19 mempunyai daya tular 20 kali lebih kuat dibandingkan SARS," ujar Bambang. SARS dan COVID-19 diketahui merupakan penyakit yang sama-sama muncul pertama kali di Tiongkok.

COVID-19 pertama kali muncul di Wuhan, Tiongkok, pada akhir 2019 lalu. Sedangkan SARS pertama kali muncul di Provinsi Guangdong, Tiongkok, pada November 2002 silam. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat ada 8.437 orang yang terinfeksi SARS dan 813 di antaranya meninggal dunia.

Karena COVID-19 memiliki daya tular yang lebih kuat dibanding SARS, pemerintah terus menghasilkan inovasi untuk membantu penanganan pandemi tersebut di Indonesia. Dengan demikian, Indonesia tidak perlu lagi memerlukan produk-produk impor yang justru menambah beban pemerintah.


Adapun produk-produk penanganan COVID-19 yang diluncurkan pada hari ini adalah alat PCR, rapid test, ventilator, mobile Lab BSL-2, dan lain- lain. Termasuk juga pengembangan vaksin dan obat dari virus corona.

"Sejak awal Maret Kemenristek telah membentuk konsorsium beranggotakan kementerian, lembaga pemerintah, PT, dan industri," tutur Bambang. "Kegiatan konsorsium utamanya berkaitan dengan 4 aspek penelitian, yaitu pencegahan, screening dan diagnosis, pengembangan obat, dan terapi, serta pengembangan alat kesehatan dan pendukungnya."

Lebih lanjut, anggota dari konsorsium tersebut melibatkan lembaga penelitian, perguruan tinggi, penelitian dan pengembangan Kementerian Kesehatan, BUMN, sektor swasta, serta berbagai badan start-up di bidang kesehatan lainnya. "Kita semua bahu-membahu mendorong percepatan penanganan pandemi lewat inovasi. Saya berharap produk-produk inovasi yang hari ini diluncurkan dapat menandai kebangkitan inovasi Indonesia," kata Bambang.

Bambang juga menjelaskan bahwa inovasi dilakukan dalam konsorsium riset dibagi ke dalam dua hal. Pertama ada keperluan sesuatu yang akan ditempatkan. Lalu yang kedua harus memiliki nilai tambah, memberikan manfaat ekonomi atau sosial di tengah pandemi COVID-19.

"Sebagai koordinator riset dan inovasi nasional yang selalu mendorong lahirnya berbagai inovasi bangsa Indonesia yang memberi dampak terhadap masyarakat," pungkas Bambang. "Kami ingin menjadi bagian dari solusi penanganan ini kami menyadari bahwa riset dan inovasi berperan penting dalam menanggulangi pandemi."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait