Kasus COVID-19 di Jakarta Disebut Naik Lagi Saat Ramadan, Begini Penjelasannya
Nasional

Berdasarkan hasil studi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), jumlah kasus COVID-19 di DKI sebenarnya sudah mulai ditekan sejak 15 April 2020 lalu.

WowKeren - Kasus virus corona atau COVID-19 di DKI Jakarta sempat menurun sejak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan mulai April lalu. Sayangnya, penularan virus corona di Ibu Kota kembali meningkat.

Berdasarkan hasil studi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), jumlah kasus COVID-19 di DKI sebenarnya sudah mulai ditekan sejak 15 April 2020 lalu. Hal ini seiring 60 persen masyarakat Ibu Kota beraktivitas di rumah. Jumlah kasus baru di DKI bahkan sempat mencapai angka terendah sejak PSBB diberlakukan, yakni dengan tambahan 67 kasus pada 3 Mei lalu.

Namun pada 13 Mei, tambahan kasus COVID-19 di DKI kembali naik menjadi 183 orang. Epidemiolog FKM UI, Pandu Riono, lantas menilai bahwa kenaikan kasus ini sejalan dengan berkurangnya kepatuhan masyarakat terhadap PSBB selama bulan Ramadan.

"Selama Ramadhan, masyarakat tidak patuh," tutur Pandu dilansir Katadata.co.id pada Kamis (21/5). Masyarakat terpantau mulai kembali beraktivitas menjelang hari Lebaran.


Sebagai contoh, Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat belakangan terus dipadati oleh pedagang dan juga pembeli. Melansir Antara, pembeli di Pasar Tanah Abang didominasi ibu-ibu, dan tidak sedikit yang membawa anaknya kala berbelanja.

Lebih lanjut, Pandu menyayangkan jika kasus COVID-19 kembali berambah usai sempat menurun. Oleh sebab itu, Pandu berharap agar masyarakat dapat menahan diri dalam 2 pekan ke depan.

Dengan demikian, puncak corona di DKI dapat terlampaui. "Mereka harus tahan sebentar selama Hari Raya, agar kasus menurun," ujar Pandu.

Menurun kajian tersebut, PSBB disebut dapat menekan angka tingkat penularan virus corona di Jakarta. Sebelum PSBB diterapkan, angka penularan masih berada di atas 1,5. Rasio tersebut telah menurun menjadi 1,1 pada 17 Mei lalu.

Angka tersebut menjelaskan berapa kemungkinan tiap satu orang menulari orang lain. Apabila angka tersebut sudah dapat ditekan sampai di bawa 1, maka potensi penularan virus corona sudah tidak ada.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait