Kasus Harian Mendekati 1.000, COVID-19 di Indonesia Dinilai Belum Mengkhawatirkan
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Ahli Virologi Universitas Udayana Prof G N Mahardika meminta agar lonjakan kasus corona di Indonesia yang mendekati 1.000 per hari tidak disikapi berlebihan.

WowKeren - Kasus corona (COVID-19) masih terus mengalami peningkatan. Bahkan pada Kamis (21/5) kemarin, kasus positif mengalami penambahan hampir seribu.

Namun meski demikian, lonjakan kasus sebanyak itu dikatakan masih belum mengkhawatirkan. Hal tersebut sebagaimana dikemukakan oleh Ahli Virologi Universitas Udayana Prof G N Mahardika.

Oleh sebab itu, Mahardika meminta agar hal ini tidak disikapi secara berlebihan. Sebab secara virologi hal tersebut bukanlah masalah yang besar.

"Mestinya tidak membuat kita cemas berlebihan," kata dia di Jakarta, Kamis (21/5). "Secara virologi bukan masalah besar. Kecenderungan kasus fatal yang meningkat yang mesti segera diintervensi."

Sebaliknya, ia menilai jika Indonesia bahkan mungkin bisa mengklaim jika pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang dilakukan di sejumlah wilayah dikatakan berhasil. Pasalnya, kemungkinan diprediksi kasus corona bisa mencapai 1,7 juta orang per 20 Mei jika dibiarkan alami tanpa PSBB.


Adapun akumulasi tersebut didasarkan pada perhitungan konfirmasi kasus sejak 1 April yakni sebanyak 1.677. Sejak saat itu hingga 20 Mei rentang waktunya adalah 50 hari.

Dengan mempertimbangkan masa inkubasi yang rata-rata dianggap 5 hari maka selama rentang waktu tersebut sudah terjadi sebanyak 10 kali penularan baru. Sehingga jika tanpa adanya intervensi (kasus dibiarkan berkembang alami) per 20 Mei seharusnya kasus COVID-19 sudah berjumlah 1.717.248 orang.

Sementara itu, penambahan kasus baru yang menjadi sorotan adalah untuk Provinsi Jawa Timur. Usai menggeser kedudukan Jawa Barat dan menempati posisi kedua terbanyak mencatat kasus COVID-19, angka positif di provinsi ini terus mengalami peningkatan.

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi mengatakan jika penambahan signifikan kasus corona di Jatim tak lepas dari kegiatan mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi udara.

Ia mengatakan di Bandara Internasional Juanda misalnya, grafik mobilitas kian meningkat dari hari ke hari. Tak hanya yang masuk ke Jatim namun juga yang keluar. Bahkan setiap harinya bisa lebih dari seribu penumpang.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts