Ramayana Bogor Disidak Satpol PP Usai Ketahuan Matikan Lampu Demi 'Kelabui' PSBB
Nasional
PSBB Corona

Ramayana di Parung, Bogor ternyata ramai pengunjung meski lampu toko tampak mati apabila dilihat dari luar. Pengunjung harus diam-diam lewat pintu belakang hingga rela berbelanja dalam gelap.

WowKeren - Pemerintah Kota Bogor telah memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 25 Mei 2020 mendatang. Selama PSBB, sejumlah sektor usaha harus tutup kecuali ritel dan keuangan. Akan tetapi, terdengar rumor toko pakaian Ramayana di Parung, Kabupaten Bogor masih tetap buka.

Salah satu akun Facebook memberikan kesaksian bahwa Ramayana Parung masih ramai pengunjung. Untuk mengelabui petugas yang bertugas melakukan sidak, lampu Ramayana tersebut dimatikan sehingga tampak tutup dari luar. Pembeli pun disebut masuk lewat pintu belakang.

"Jadi kemarin kaka saya ke ramayana parung.... Untuk beli jco.. Lampunya gelap hanya jco dan breadtalk yang nyala, asumsinya hanya jco dan breadtalk buka.. .." tulis seorang warganet. "Kaget nya kaka saya ternyata di dalamnya lautan manusia.. Lagi pada beli baju... Di dalam kegelapan..."

"Penasaran dia tanya security.." lanjut akun tersebut. "Rupanya orang orang masuk dari pintu belakang.. Di matikan lampu untuk menghindari sidak.."


Satpol PP akhirnya merazia Ramayana Parung pada Jumat (22/5) siang. Sidak tersebut diinstruksikan langsung oleh Camat Parung, Yudi Santosa. Sebelum melakukan sidak, Satpol PP telah mengintai seharian hingga akhirnya merazia Ramayana Parung pada pukul 14:30 WIB.

"Pengecekan kita tadi sore setelah seharian kita intip," ujar Yudi dilansir dari Kumparan. "Sebagian (pengunjung) ada lewat belakang."

Satpol PP lantas membubarkan kerumunan pembeli yang berbelanja dalam gelap. Yudi pun menyatakan akan menutup Ramayana Parung agar tak kembali buka selama masih dilaksanakannya PSBB di Kabupaten Bogor. Kendati begitu, penjualan bahan-bahan pokok dan pangan di Ramayana Parung masih tetap diperbolehkan buka.

"Sebetulnya kita berharap seperti di Medsos itu dan akan kita segel apabila terbukti," tutup Yudi. "Kita imbau untuk toko pakaiannya tutup, kalau marketnya masih boleh."

(wk/nere)

You can share this post!

Related Posts