Politisi PKS Samakan New Normal Dengan Bunuh Diri Massal
Instagram/mardanialisera
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mempertanyakan rencana penerapan new normal dan menilai bahwa penyebaran virus corona di Indonesia masih tinggi.

WowKeren - Pemerintah Indonesia diketahui tengah menyiapkan kebijakan new normal di sejumlah daerah. Sayangnya, sikap ini dikritik oleh politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera.

Mardani menilai bahwa penyebaran virus corona di Indonesia masih tinggi. Dengan demikian, penerapan new normal di situasi seperti ini sama saja dengan melakukan bunuh diri massal.


"Salah bila kita gembar gembor new normal di saat penyebaran yang masih tinggi dan vaksin yang belum ditemukan," ungkap Mardani dilansir Kumparan pada Rabu (27/5). "Bunuh diri massal namanya."

Menurut Mardani, waktu yang tepat untuk menerapkan kebijakan new normal adalah saat tingkat penyebaran virus corona menurun drastis. Negara- negara di dunia disebutnya baru melonggarkan lockdown kala virus sudah dapat dikendalikan.

Lebih lanjut, Mardani menyatakan bahwa yang terjadi di Indonesia justru sebaliknya. Ia menilai bahwa new normal yang diterapkan kala penyebaran virus masih tinggi dapat menyebabkan peningkatan kasus positif COVID-19.

"New normal hanya bisa dilakukan bila kita berhasil menurunkan penyebaran virus. Ini praktik yang standar diberlakukan di seluruh dunia," jelas Mardani. "Perlu kriteria yang ketat seperti perhitungan angka kumulatif kasus COVID- 19 dikurangi angka kematian dan angka pasien sembuh. Jika tren kasus aktif belum menurun, new normal seharusnya tidak diberlakukan."

Pemerintah dinilainya menginisiasi kebijakan new normal lantaran didorong oleh aspek ekonomi. Pemerintah disebutnya tidak mendengarkan ahli epidemiologi untuk mengambil suatu kebijakan.

"Dengarkan ilmuwan maupun scientist dalam membuat kebijakan," tutur Mardani. "Dengan ilmu yang dimiliki, mereka lah panglima sebenarnya di situasi seperti saat ini."

Selain itu, Mardani juga mempertanyakan apakah pemerintah sudah siap menerapkan new normal. Ia menyinggung soal kesiapan APD hingga rumah sakit.

"Lalu apakah akses pelayanan kesehatan maupun alat-alat kesehatan kita sudah siap dalam menghadapi kondisi new normal?" pungkas anggota Komisi II DPR RI tersebut. "Mulai dari APD sampai ruangan ICU untuk berbagai pasien. Mengingat akan ada pasien COVID-19 & pasien non COVID-19 yang perlu ditangani jika hal tersebut diterapkan."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts