Kasus Positif Corona di Jatim Terus Melonjak, Gugus Tugas Beber Alasan Mengejutkan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Banyak pihak mencemaskan Jatim, terutama Surabaya, akan menjadi episentrum baru wabah virus Corona karena terus mengalami lonjakan kasus positif yang signifikan.

WowKeren - Beberapa waktu belakangan Jawa Timur terus menarik perhatian masyarakat nasional terkait perkembangan wabah Corona-nya. Bagaimana tidak? Lonjakan kasus positif terus tercatat di provinsi tersebut.

Sebagai contoh, Jatim kembali menjadi peringkat pertama provinsi dengan tambahan kasus positif Corona terbanyak di Indonesia. Sebab Pemerintah Provinsi Jatim melaporkan sebanyak 199 kasus positif hari ini, sedangkan angka secara nasional mencapai 686 pasien.


Menanggapi hal tersebut, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Letjen TNI Doni Monardo pun angkat bicara. Doni menyampaikan alasan yang cukup mengejutkan di balik penambahan signifikan kasus-positif tersebut.

"Ya dalam beberapa hari terkahir ini memang terjadi peningkatan ya jumlah kasus," terang Doni saat meninjau mobil Lab Bio Safety Level 2 untuk penanganan COVID-19 di Jakarta, Rabu (27/5). "api tidak terlepas dari upaya Provinsi Jawa Timur dan Kota Surabaya yang memperbanyak lab untuk pemeriksaan."

Saat ini pun Pemprov Jatim serta Pemerintah Kota Surabaya terus berusaha mempercepat dan memperbanyak pemeriksaan Corona. Gugus Tugas pusat pun mengirimkan bantuan berupa 2 mobil Lab Bio Safety Level 2 ke Surabaya dan akan melanjutkan aksi serupa ke wilayah lain setelahnya.

"Termasuk juga tiga unit kita upayakan untuk bertambah lagi. Satu di Lumajang, satu di Surabaya, satu lagi di Sidoarjo," kata Doni, dikutip dari Suara. "Jadi ada tiga unit lagi yang kita upayakan dikirim ke Jawa Timur dalam rangka membantu pemerintah Provinsi Jawa Timur, Gugus Tugas provinsi."

Hal berbeda disampaikan oleh Ketua Tim Pakar Gugus Tugas, Prof Wiku Adisasmito. Wiku justru menduga hal itu berkaitan dengan peta risiko, dimana saat ini kasus positif terkonsentrasi di Jatim yang merupakan tujuan mudik sejumlah perantau.

"Jakarta sudah mulai menurun. Namun, pemudik yang balik nanti bila tidak dicegah bisa menimbulkan second wave (gelombang kedua)," jelas Wiku.

Kendati demikian Wiku berharap masyarakat Jatim bisa terus bahu-membahu untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus positif. Seperti misalnya dengan aktif mengikuti protokol kesehatan yang berlaku maupun mengikuti pedoman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts