Materi UTBK SBMPTN 2020 Dipastikan Lebih Sederhana
Nasional

Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Prof Budi Prasetyo menyebut bahwa situasi terkini memang sedang tidak normal mengingat adanya pandemi COVID-19.

WowKeren - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 akan segera digelar. Menurut Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), materi UTBK pada tahun ini akan lebih sederhana dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Prof Budi Prasetyo menyebut bahwa situasi terkini memang sedang tidak normal mengingat adanya pandemi COVID-19. Oleh sebab itu, tes yang diselenggarakan pun akan disesuaikan dengan situasi yang ada.

"Perubahan pada UTBK hanya ada Tes Potensi Skolastik (TPS)," ungkap Budi dilansir Antara pada Kamis (28/5). "Akan disesuaikan faktor pembobotan sub tes berdasarkan program studi yang diambil. Baik itu prodi IPA atau IPS."

Selain itu, perubahan lainnya adalah setiap peserta hanya diperbolehkan maksimal mengambil satu kali tes. Adapun pelaksanaan tes dilakukan dalam 4 sesi setiap harinya, kecuali untuk hari Jumat sebanyak 2 sesi.


Pendaftaran UTBK dan SBMPTN 2020 juga dilakukan secara bersamaan. "Jadi saat memilih lokasi tes pusat UTBK, peserta juga sekalian memilih PTN dan program studi," jelas Budi.

Untuk tahun ini, UTBK akan digelar di 74 PTN di setiap provinsi. Para peserta diminta untuk mengikuti tes di PTN yang ada di kota mereka masing-masing.

Jadwal pendaftaran UTBK sendiri dimulai pada 2-20 Juni 2020, dan ujiannya pada 5-12 Juli mendatang. Sementara, hasilnya akan diumumkan pada 25 Juli 2020. Peserta diwajibkan untuk membayar biaya sebesar Rp 150 ribu untuk dapat mengikuti UTBK, namun gratis bagi peserta yang memiliki nomor Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Nantinya, pelaksanaan UTBK SBMPTN 2020 akan mengikuti semua Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan menggunakan protokol kesehatan COVID- 19. Para pejuang SBMPTN yang hadir sebagai peserta harus dicek kondisi kesehatannya terlebih dahulu. Peserta yang tidak memenuhi protokol ini akan dilarang untuk mengikuti ujian.

Selain itu, para peserta juga wajib mengenakan masker kala mengikuti ujian. Kemudian, antrean sebelum memasuki ruang ujian juga akan diatur sedemikian rupa. Pihak penyelenggara juga wajib untuk melakukan sterilisasi ruangan. Setiap meja bahkan diharuskan diberi cairan antiseptik.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts