Beredar Rekaman Suara dari ISIS Sebut Virus Corona Adalah Hukuman Tuhan
Dunia
Pandemi Virus Corona

Organisasi terorisme ISIS berkomentar soal pandemi Corona yang saat ini dihadapi di penjuru dunia. Dalam rekaman suara yang beredar, ISIS senang dengan adanya virus Corona.

WowKeren - Organisasi terorisme Internasional Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) buka suara terkait pandemi Corona yang menyerang di seluruh penjuru dunia. Dari rekaman suara yang beredar, mereka menyebut virus Corona adalah hukuman dari Tuhan.

"Tuhan, atas kehendaknya, mengirim hukuman kepada para tirani saat ini dan pengikut mereka yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang," bunyi rekaman suara yang berasal dari ISIS dikutip dari Kumparan pada Jumat (29/5).


Namun belum diketahui secara pasti siapa yang berbicara dalam rekaman suara tersebut. Hanya saja pria itu mengaku bernama Abu Hamzah al-Quraishi yang merupakan juru bicara ISIS. "Hari ini, kami senang atas hukuman Tuhan ini (virus Corona) untukmu," ucapnya.

Selanjutnya, Abu Hamzah menegaskan wabah virus Corona tak akan membuat ISIS gentar. Bahkan ia mengancam akan melakukan banyak serangan.

Dari hasil pemantauan SITE Intelligence Group, mereka menyebut rekaman suara tersebut diperkirakan asli berasal dari ISIS. "Juru bicara ISIS mengatakan COVID-19 merupakan hukuman Tuhan," tutur pernyataan SITE.

Rekaman suara kali ini tercatat yang ketiga kalinya sejak Abu Ibrahim al-Hashemi al-Quraishi didapuk sebagai pemimpin ISIS. Quraishi sendiri terus mendesak para pengikutnya untuk mempersiapkan kekuatan demi melakukan penyerangan terhadap para musuh. "Jangan biarkan satu hari berlalu tanpa membuat hidup mereka mengerikan," ucap Quraishi.

Namun sejauh ini Quraishi belum menjelaskan siapa target spesifik yang dimaksud ISIS. Walau demikian, saat ini ISIS terlibat aktif dalam serangkaian aksi terorisme di Suriah, Irak, serta Afrika Barat.

Sementara itu sebelumnya, ISIS menghantam pangkalan udara AS di Afghanistan dengan lima rudal sekaligus. Lima rudal tersebut dikirim oleh ISIS pada 9 April lalu waktu setempat. Pasukan Afghanistan yang dipimpin oleh NATO menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa akibat penyerangan tersebut.

(wk/tria)

You can share this post!

Related Posts