Rupiah Menguat Ke Level Tertinggi Sejak Pandemi Corona Berlangsung
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dolar Amerika Serikat (AS) babak belur pada Jumat (5/6) siang, nilai tukar rupiah mencapai level tertinggi sejak pandemi virus corona (COVID-19) menerjang. Jadi berapa?

WowKeren - Nilai tukar rupiah dilaporkan menguat ke level tertinggi terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (5/6) siang. Mata uang Indonesia ini perkasa ke level Rp13.000 atau posisi tertinggi sebelum terdampak pandemi virus corona (COVID-19).

Dilansir Bloomberg, rupiah tercatat menguat terhadap dolar AS di Rp13.885 atau naik 210,00 poin (1,49 persen) pada pukul 12.26 WIB. Sementara sejak awal tahun (year to date), rupiah masih tertekan 0,14 persen.


Selain rupiah, penguatan juga terjadi di sejumlah mata uang Asia lainnya. Diantaranya dolar Singapura menguat 0,31 persen, ringgit Malaysia 0,34 persen, won Korea Selatan 0,66 persen, dan peso Filipina 0,39 persen.

Tidak hanya dari negara berkembang saja, hal sama juga dialami oleh mayoritas mata uang di negara maju. Poundsterling Inggris menguat 0,13 persen, dolar Kanada 0,07 persen, dan dolar Australia 0,46 persen.

Analis Asia Valbury Futures, Lukman Leong menjelaskan penyebab nilai tukar mata uang di sejumlah negara menguat. Hal ini karena mayoritas investor sedang memburu aset berisiko, seperti investasi di mata uang.

Banyaknya investor yang mulai berani memburu aset berisiko setelah adanya kebijakan sejumlah negara yang mulai melonggarkan lockdown. Kebijakan tersebut membuat pasar merespons dengan positif. “Iya, ada peningkatan risk appetite global ini membantu rupiah,” ujar Lukman seperti dilansir dari CNNIndonesia, Jumat (5/6).

Lebih lanjut Lukman menjelaskan jika situasi saat ini membuat investor mulai meninggalkan aset aman seperti emas. Mereka mulai beralih ke investasi aset berisiko lantaran dinilai lebih menguntungkan ketika ada sentimen positif dari global.

Pendapat serupa juga diutarakan oleh Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra. Menurutnya, saat ini pelaku pasar kini sedang memanfaatkan momentum demi meraup untung yang lebih besar.

”Secara global aset berisiko memang sedang menguat hingga siang ini,” terang Ariston. “Pasar merespons pembukaan ekonomi.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts