Kementerian Perhubungan mengumumkan kebijakan baru untuk mengurangi penyebaran virus Corona (Covid-19) saat bepergian menggunakan kereta api. Kapasitas maksimal penumpang pun sudah dinaikkan.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Selasa, 09 Juni 2020 - 17:21 WIB
WowKeren - Indonesia tengah bersiap menghadapi tatanan baru alias "New Normal" di tengah pandemi Corona (COVID-19). Sederet kebijakan baru pun diberlakukan untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar kasus Corona tak semakin melonjak.
Hal tersebut dilakukan oleh Kementerian Perhubungan yang menyatakan bahwa setiap penumpang kereta api antar kota wajib menggunakan pelindung wajah atau face shield. Kebijakan tersebut diberlakukan sesuai aturan baru pemerintah yang menaikkan kapasitas maksimal penumpang dari 50 persen menjadi 70 persen dari total kursi yang tersedia.
Kenaikan kapasitas maksimal penumpang kereta api tersebut membuat seseorang akan duduk bersebelahan di transportasi publik. Alhasil, face shield wajib digunakan demi mengurangi risiko penyebaran virus Corona.
"Untuk naik kereta api antar kota harus pakai face shield," kata Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri dalam video conference pada Selasa (9/6) seperti dilansir dari CNNIndonesia. "Ini karena ada penumpang yang akan duduk berdampingan. Makanya, harus menggunakan face shield."
Zulfikri mengatakan operator kereta api antar kota atau PT Kereta Api Indonesia (Persero) wajib menyiapkan face shield di setiap stasiun. Hal tersebut digunakan untuk berjaga-jaga bila ada penumpang yan tidak membawa face shield ketika perjalanan dengan kereta api.
"Face shield ini untuk antar kota harus disediakan operator," tegas Zulfikri. "Ini harus digunakan di dalam kereta."
Bukan hanya itu, penumpang pun diwajibkan menggunakan jaket atau lengan panjang saat bepergian menggunakan kereta api. Diharapkan pakaian lengan panjang dapat meminimalisir penularan virus Corona. "Ini yang kami atur untuk kereta api antar kota," imbuh Zulfikri.
Pihak operator pun wajib menyediakan tempat penjualan masker di setiap stasiun. Namun Zulfikri mengingatkan masker dijual dengan harga terjangkau. "Nanti juga ada pengecekan suhu tubuh secara periodik, setiap tiga jam sekali ada pengecekan suhu tubuh," pungkas Zulfikri.
(wk/tria)