Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia mengungkap ada berbagai kemungkinan penyebab melonjaknya kasus corona di Indonesia hingga pecah rekor pada Selasa (9/6).
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 10 Juni 2020 - 10:23 WIB
WowKeren - Indonesia mencatat rekor jumlah kasus harian COVID-19 pada Selasa (9/6). Tercatat ada 1.043 kasus positif baru yang dikonfirmasi oleh pemerintah.
Terkait hal ini, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia memberikan tanggapan. Menurut IDI, melonjaknya jumlah kasus harian hingga ke level tertinggi ini bukan karena adanya kebijakan tatanan new normal. Namun, faktor penyebabnya adalah adalah arus balik lebaran 2020.
Meski demikian, arus balik lebaran bukanlah satu-satunya faktor. Wakil Ketua Umum PB IDI Adib Khumaidi menyebut jika penambahan jumlah spesimen maupun kemampuan pengujian juga mempengaruhi jumlah pelaporan kasus yang terkonfirmasi.
"Karena masa inkubasi (infeksi COVID-19) kan butuh waktu selama dua pekan sedangkan new normal kan baru berlaku kemarin," kata Adib dilansir Republika, Rabu (10/6). "Itu ada faktor-faktor seperti kemampuan pengujian yang ditambah, penambahan jumlah spesimen yang diperiksa, atau efek lebaran dan arus balik."
Oleh sebab itu, ia meminta pemerintah melakukan penelusuran di tempat-tempat mana saja yang mengalami peningkatan kasus positif. Jika peningkatan kasus terjadi di wilayah masyarakat yang baru balik dari kampung halaman, berarti ada efek arus balik karena masih adanya masyarakat bersilaturahmi di tempat mudik. "Yang jelas sebulan pascalebaran dan arus balik perlu ada antisipasi," ujarnya.
Lebih jauh, ia juga menyoroti potensi meningkatnya kasus COVID-19 saat new normal benar-benar diterapkan nantinya. Hal ini baru bisa diamati dalam dua pekan mendatang sehingga perlu adanya evaluasi.
"(New normal) ini harus dievaluasi lebih ketat dan protokol kesehatan harus diterapkan lebih tegas," lanjut Adib. "Karena bukan tidak mungkin kasus positif bisa meningkat."
Jika kasus COVID-19 kembali melonjak usai diterapkan new normal, maka menurutnya pemerintah harus mengambil langkah untuk menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Indonesia berada di posisi ke-32 negara dengan jumlah kasus positif terbanyak di dunia, yakni 33.076 kasus. Di tingkat Asia Tenggara Indonesia berada di urutan kedua.
(wk/zodi)