Menteri BUMN Erick Thohir Blak-Blakan Sebut Alasan Rombak Puluhan Direksi PTPN
Instagram/erickthohir
Nasional

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir secara blak-blakan menyebutkan alasannya membongkar puluhan direksi PT Perkebunan Nusantara (PTPN).

WowKeren - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebelumnya menyatakan akan merombak jajaran direksi di sejumlah perusahaan pelat merah. Menteri BUMN Erick Thohir akhirnya memutuskan untuk merombak direksi dalam holding Perkebunan Nusantara.

Erick telah menghapus jabatan direktur utama beserta direktur lainnya pada 13 PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Akibatnya, kini hanya ada satu direktur saja di setiap PTPN. Sedangkan PTPN II masih memiliki formasi lengkap lantaran menjadi induk holding.

Menteri BUMN ini lantas membeberkan alasannya memangkas banyak jabatan direktur di PTPN saat menggelar rapat dengar bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Rupanya, ia menjelaskan PTPN dalam kondisi ekonomi yang begitu buruk lantaran memiliki utang yang begitu besar.

Total utang yang dimiliki PTPN sebesar Rp48 triliun. Akibatnya, Erick terpaksa memotong banyak jabatan direktur demi meningkatkan efisiensi serta menghemat anggaran perusahaan.


”PTPN dalam kondisi berat, dengan segala hormat kita lakukan efisiensi besar-besaran,” ujar Erick seperti dilansir dari Kumparan, Selasa (9/6). “Kemarin banyak sekali jumlah direksi harus kita pangkas, yang bukan holding akhirnya hanya satu direktur karena PTPN holding punya total utang Rp48 triliun.”

Lebih lanjut Erick mengaku jika PTPN telah menerima dana talangan sebesar Rp4 triliun. Namun, ia tetap memutuskan untuk merombak jajaran direksi PTPN karena tidak ingin mengorbankan inti plasma tebu rakyat dan perkebunan lainnya yang padat karya. Erick juga berencana melakukan restrukturisasi utang besar-besaran di tubuh holding PTPN.

“Karena itu PTPN dapat dana talangan (Rp 4 triliun) untuk menjaga cashflow tetap baik,” jelas Erick. “Dan nanti akan ada program restrukturisasi besar seperti Krakatau Steel.”

Seperti yang diketahui, Krakatau Steel berhasil menyelesaikan restrukturisasi utangnya yang mencapai USD2,2 miliar atau Rp30,8 triliun pada awal tahun ini. Restrukturisasi utang ini diketahui menjadi yang terbesar sepanjang sejarah BUMN.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait