Boncengan di Tengah Masa Transisi New Normal Surabaya Diizinkan, Ini Syaratnya
Nasional

Pada masa transisi new normal di Surabaya nantinya tak ada larangan pengendara motor untuk berboncengan. Namun, tetap ada syarat yang harus dipenuhi. Seperti apa?

WowKeren - Tiga wilayah di Jawa Timur, Surabaya, Sidoarjo dan Gresik memutuskan untuk tidak memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Sebagai gantinya, saat ini ketiga wilayah tersebut tengah memasuki masa transisi normal baru (new normal).

Pada masa ini, terdapat sejumlah kelonggaran yang diberikan. Salah satunya adalah pengendara sepeda motor sudah diperbolehkan berboncengan meskipun bukan dalam satu Kartu Keluarga (KK).

Meski begitu, Dirlantas Polda Jatim Kombes Budi Indra Dermawan menegaskan ada sejumlah aturan yang harus ditaati para pengguna jalan. Ia mengatakan jika para pengendara diwajibkan mematuhi protokol kesehatan selama masa transisi yang berlaku 14 hari.

Tujuannya untuk meminimalisir penularan virus COVID-19 karena angka penderitanya di Surabaya Raya masih cukup tinggi. "Di sisi transportasi masyarakat kalau berboncengan pakai helm, pakai masker, pakai sarung tangan. Boncengan boleh, tapi jangan lupa pakai helm terus," kata Budi di Surabaya, Rabu (10/6).


Sedangkan untuk mobil, Budi mengatakan memang ada kelonggaran untuk aturan yang memperbolehkan kendaraan hanya berisi 50% dari kapasitas. Tetapi, ia ingin masyarakat waspada dan terus menerapkan protokol pencegahan COVID-19. "Kalau naik mobil kapasitasnya kalau memang harus berempat yakinkan berempat itu dari rumah, bukan dari luar," tambahnya.

Untuk polisi lalu lintas yang bertugas di lapangan, Budi mewajibkan personelnya agar memakai alat pelindung diri (APD). Minimal memakai masker, sarung tangan dan alat pelindung wajah atau face shield.

"Karena jalanan mulai normal, kalau anggota pakai masker, pakai face shield, pakai sarung tangan," terangnya. "Sekarang anggota patroli mengingatkan masyarakat untuk COVID-19 ini menggunakan helm, pakai masker."

Sementara khusus bagi masyarakat yang menggunakan jasa ojek online (ojol), Budi mengimbau agar membawa helm sendiri. Selain itu, dia ingin masyarakat menggunakan masker dan membawa hand sanitizer.

"Terutama naik ojol, jangan helmnya GoJek kita pakai," pungkasnya. "Kalau bisa helm kita sendiri, karena kita nggak tahu helmnya dari mana aja kan."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait