'Indonesia Urutan 97' Jadi Trending, Jokowi Bakal Langsung Perketat Bila Kasus Baru Corona Naik Lagi
Nasional

Indonesia yang menempati peringkat 97 dari 100 negara teraman di dunia menghadapi wabah Corona sukses menjadi perbincangan netizen. Di sisi lain, Indonesia kini bersiap menghadapi New Normal.

WowKeren - Majalah Forbes telah menerbitkan daftar 100 negara yang dinilai paling aman dari virus corona pada Jumat (5/6) lalu. Dalam daftar tersebut, Swiss dinobatkan menjadi negara teraman sedangkan Sudan Selatan jadi negara paling berbahaya dari pandemi corona.

Forbes menyusun daftar negara teraman dari virus corona ini berdasarkan perhitungan dan pengamatan dari berbagai sektor. Diantaranya adalah 130 parameter kuantitatif dan kualitatif terkait kategori efisiensi karantina, pemantauan dan deteksi, kesiapan kesehatan, serta efisiensi upaya pemerintah dalam menganani pandemi. Berdasarkan parameter penanganan virus corona yang telah diteliti, Indonesia menduduki peringkat nomor 97 dunia di atas Kamboja, Laos, dan Bahama.

Peringkat Indonesia sebagai negara teraman nomor 97 tersebut rupanya menjadi perbincangan warga Twitter pada Rabu (10/6). Terbukti, "Indonesia Urutan 97" dan "Daftar 100 Negara Teraman" menjadi trending topik nomor 15 dan 18. Netizen pun ramai memberi komentar beragam soal peringkat Indonesia itu.

"Masuk 3 besar, dari belakang," tulis akun @trend***. "Indonesia urutan 97 dari 100 negara teraman covid-19. Juara 3 dari belakang. Bandingkan dengan omongan Fadjroel yang menyebut Jokowi berhasil tangani pandemi. Disinilah kita melihat sekelas penjilat bisa korbankan nasib satu bangsa," sambung akun @podo***.


"Walah kalo Indonesia urutan 97 dari 100 negara teraman Covid-19, mah auto di black list dari luar negeri. #malasuerte," kata akun @kenta***. "Jngn pada nyalahin jokowi kl warganya aja msi bandel pergi pergian Indonesia urutan 97," kata akun @kthx***.

Indonesia

Twitter

Sementara itu, Presiden Joko Widodo alias Jokowi membahas kesiapan Indonesia menuju tatanan baru atau New Normal di tengah pandemi Corona. Ia meminta pemerintah daerah dan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 untuk rutin mengevaluasi penerapan New Normal.

"Evaluasi secara rutin, sekali lagi, meski misalnya sebuah daerah, kasus baru menurun, jangan sampai lengah karena di lapangan masih sangat dinamis," kata Jokowi saat memberi arahan di Graha BNPB, Jakarta Timur pada Rabu (10/6) seperti dilansir dari Kumparan.

Jokowi mengingatkan keberhasilan pengendalian COVID-19 tergantung pada kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan. Ia juga mengungkap bila saat penerapan New Normal ada kenaikan kasus positif maka pengetatan bisa saja dilakukan lagi. Tak lupa, Jokowi mengaku optimis menghadapi wabah virus Corona di Indonesia.

"Jika dalam perkembangan ditemukan kenaikan kasus baru, maka langsung akan kita lakukan pengetatan atau penutupan kembali," sambung Jokowi. "Tantangan yang kita hadapi bisa kita kendalikan dengan baik dengan harapan bisa diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya sehingga kita bisa beraktivitas kembali."

(wk/tria)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait