Warga Surabaya lantas mulai kembali beraktivitas seperti biasa di masa transisi ini. Salah satunya adalah dengan kembali mengunjungi pusat perbelanjaan alias mal.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 10 Juni 2020 - 22:52 WIB
WowKeren - Masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya, Jawa Timur, telah berakhir pada Senin (8/6) lalu. Kini, Kota Surabaya menerapkan masa transisi, mulai Selasa (9/6) hingga Senin (22/6).
Meski demikian, angka kasus COVID-19 di Kota Surabaya masih terus meningkat dan telah mencapai 3.627 pasien per Rabu (10/6) hari ini. Dari jumlah tersebut, 960 pasien telah dinyatakan sembuh dan 306 orang dilaporkan meninggal dunia.
Warga Surabaya lantas mulai kembali beraktivitas seperti biasa di masa transisi ini. Salah satunya adalah dengan kembali mengunjungi pusat perbelanjaan alias mal.
Salah satu pengunjung Tunjungan Plaza (TP) Surabaya, Rizky Ramadhan, mengaku hanya ingin melepas kerinduan di mal usai PSBB diterapkan di Surabaya selama 6 pekan. "Ini jalan-jalan, makan-makan sama istri. Sudah lama sih enggak ke sini, mungkin hampir dua bulanan," ungkap Rizky yang merupakan warga Gubeng tersebut, dilansir CNN Indonesia pada Rabu (10/6).
Di TP sendiri terpantau sejumlah pengunjung berjalan santai dan berbelanja. Ada pula yang sekadar mencari kudapan dan makanan.
Menurut Direktur Marketing Pakuwon Group Sutandi Purnomosidi selaku pengelola mal, pihaknya sudah siap menjalani masa transisi. Sutandi mengaku bahwa mal-mal yang dikelolanya hanya tinggal meneruskan protokol kesehatan yang sebelumnya sudah mereka terapkan bahkan sebelum masa PSBB.
"Kita hanya tinggal meneruskan protokol yang sudah kita ajukan sebelum PSBB," jelas Sutandi. Protokol kesehatan yang dimaksud di antaranya adalah pemeriksaan di pintu masuk, pengecekan suhu tubuh, penempatan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer, bilik sterilisasi, wajib pakai masker, hingga pengaturan jarak.
Sutandi menjelaskan bahwa protokol kesehatan tersebut tidak hanya berlaku bagi para pengunjung. "Itu bukan hanya berlaku untuk pengunjung tapi juga karyawan dan manajemen," ungkap Sutandi.
Kini pihaknya juga menerapkan sejumlah protokol tambahan. Salah satunya adalah pengaturan alur jalan para pengunjung di dalam mal.
Di lantai area lobi dan sejumlah lorong di TP sendiri tampak terpasang stiker bertuliskan "One Way". Hal ini berarti para pengunjung wajib berjalan satu arah. Apabila ada pengunjung yang berjalan tak sesuai arah, maka pihak keamanan mal tidak akan segan mencegat dan meminta mereka putar balik.
"Yang terbaru kami sedang uji coba one way system, ini akan memberi kesan psikologis lebih aman dan nyaman karena yang harus dibentuk adalah trust," ujar Sutandi. "Kepercayaan dari pengunjung bahwa mal itu aman. Mal itu secure."
(wk/Bert)