Masyarakat banyak yang mengeluhkan soal nominal tagihan listrik yang luar biasa membengkak. Termasuk seorang pemilik bengkel las di Malang yang harus membayar sampai Rp 20 juta.
- Elvariza Opita
- Kamis, 11 Juni 2020 - 10:05 WIB
WowKeren - Baru-baru ini masyarakat Indonesia dibuat pening dengan tagihan listrik yang luar biasa membengkak. Bahkan beberapa warga mengaku mengalami kenaikan tagihan sampai berkali-kali lipat dan nyaris tak masuk akal.
Salah satu yang mengalaminya adalah Teguh Wuryanto, seorang pemilik bengkel las di Lawang, Kabupaten Malang yang luar biasa terkejut mendapati tagihan listrik sampai Rp 20 juta. Angka ini, ungkapnya, 20 kali lipat lebih besar dari tagihannya biasa.
Sebagai pengusaha kecil, jelas angka ini begitu memberatkannya. Namun nyatanya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tetap meminta Teguh membayar tagihannya meski dengan skema mencicil.
"Saya tetap harus bayar Rp 20 juta, tapi ya dicicil, baru listrik saya bisa disambung lagi oleh pihak PLN," jelas Teguh, Rabu (10/6). "Tapi pembayaran perbulan terserah kita mampunya berapa, untuk batas waktunya kita rundingan lagi."
Lebih lanjut, Teguh sendiri sebenarnya bisa membawa masalah ini ke pusat karena faktanya ia tak terbukti bersalah. Namun demikian Teguh memilih untuk tidak melanjutkan prosesnya karena khawatir akan menghambat pekerjaannya.
"Kalau PLN tadi intinya, mengakui memang waktu penggantian meteran saya tidak diberi tahu (untuk mengganti kapasitor)," ujar Teguh, seperti dilansir dari Kumparan, Kamis (11/6), menjelaskan duduk perkara mengapa pihaknya tak bersalah. "Karena tidak diberi tahu, meteran jadi membengkak akibat tidak saya siapkan kapasitornya."
"(Tapi tidak saya teruskan prosesnya) Karena kerja saya jadi terhambat ini, saya pikir saya selesaikan di daerah saja ya. Kalau diteruskan di pusat, saya jadi nggak kerja-kerja," tegasnya.
Teguh mengaku heran lantaran bengkelnya saja sepi selama masa pandemi COVID-19. Dan saat ini, karena listriknya diputus oleh PLN sampai ia bisa melunasi tagihan yang ada, Teguh terpaksa bekerja dengan memakai genset pinjaman.
Terakhir, Teguh berharap agar namanya dibersihkan dari catatan pelanggan tidak taat. "Dan (semoga) tidak ada lagi korban-korban seperti saya," kata Teguh.
(wk/elva)