Untuk mencegah penyebaran virus, kegiatan panti asuhan untuk sementara waktu ditutup.14 orang anak yang terpapar COVID-19 itu tengah menjalani perawatan di Gedung BPPD.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 11 Juni 2020 - 12:08 WIB
WowKeren - Sebanyak 14 anak panti asuhan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dinyatakan positif corona (COVID-19). Mereka diduga tertular dari para donatur yang datang berkunjung.
Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kadinkes Kabupaten Banjar Dianuddin. Adapun dugaan tersebut berdasarkan penelusuran kontak dan riwayat yang dilakukan terhadap keseluruhan penghuni panti asuhan. Ia menjelaskan jika saat bulan puasa lalu cukup banyak donatur yang datang ke panti asuhan.
"Selama bulan puasa terakhir banyak sekali tamu yang datang bersedekah," kata Dianuddin dilansir CNN Indonesia, Kamis (11/6). "Yang memberi santunan untuk anak-anak panti, kemungkinan besar terjadinya disitu."
Pihak Dinkes pun juga telah meminta keterangan dari pengasuh panti asuhan. Dari keterangan itu didapatkan jika pengasuhnya tidak pergi kemana-mana hanya berada di panti asuhan saja.
"Pengasuhnya sudah kita tanya juga apakah ada riwayat perjalanan ke mana, ternyata tidak ada," lanjut Dianuddin. "Jadi pengasuhnya cuma di panti saja."
Saat ini, belasan anak di bawah 17 tahun tersebut tengah menjalani pengobatan dan karantina di Gedung Balai Pendidikan dan Pelatihan Diklat (BPPD) yang ada di Banjarbaru. Sejak April lalu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah mengalihfungsikan Gedung BPPD sebagai tempat terpadu isolasi pasien COVID-19.
Untuk mencegah semakin meluasnya virus, kegiatan panti asuhan untuk sementara waktu ditutup. Sedangkan untuk anak lain yang juga merupakan penghuni panti asuhan tersebut telah dipulangkan dan wajib menjalani isolasi mandiri selama 14 hari. Jumlah mereka ada 13 orang.
Sebelumnya, di Pamekasan, Jawa timur juga dilaporkan seorang bayi yang baru berusia 28 hari terkonfirmasi positif COVID-19. Bayi tersebut diduga tertular dari tetangga yang membesuknya.
"Bayi ini diduga terpapar saat digendong oleh warga yang membesuk," jelas Ketua Penanganan Pasien COVID-19 RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo Pamekasan, Syaiful Hidayat dilansir CNN Indonesia, Kamis (11/6). "Kemungkinan dari sekian orang yang menjenguk, ada yang terpapar COVID-19."
(wk/zodi)