Jumlah kasus positif Corona yang dikonfirmasi pada Jumat (12/6) kembali mencapai ribuan, yakni 1.111 orang. Sebanyak hampir 30 persennya dikonfirmasi di Jawa Timur.
- Elvariza Opita
- Jumat, 12 Juni 2020 - 16:19 WIB
WowKeren - Tren lonjakan signifikan kasus positif COVID-19 terus dialami Indonesia selama beberapa hari belakangan. Seperti hari ini, Jumat (12/6), Indonesia mencatat sebanyak 1.111 kasus positif baru sehingga total akumulatifnya mencapai 36.406 orang.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto ikut menguraikan persebaran kasus-kasus baru tersebut. Sebanyak hampir 30 persennya berada di Jawa Timur, diikuti dengan DKI Jakarta, Sumatera Utara, Sulawesi Utara, dan Kalimantan Selatan.
"Data yang didapat, akumulasi kasus positif sebanyak 1.111. Total 36.406 kasus positif," ungkap Yuri di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Jumat (12/6).
"Angka didominasi di Jatim 318 (orang), 72 sembuh," jelas Yuri, seperti dilansir dari Metro TV. "DKI Jakarta 93, 120 sembuh. Sumut 88, 0 sembuh. Sulut 65, 0 sembuh. Kalsel 60, 15 sembuh."
Namun ada kabar baik hari ini, sebab kembali terjadi peningkatan jumlah pasien yang berhasil sembuh dari Corona. Tercatat ada 577 orang yang masuk kategori ini, sehingga total ada 13.213 kasus sembuh.
Sementara sebanyak 48 orang dinyatakan meninggal dunia akibat COVID-19. Dengan demikian total terdapat 2.048 pasien yang mengembuskan napas terakhir akibat penyakit ini.
Bila merujuk pada data yang dirilis BNPB, maka Ibu Kota menjadi daerah dengan jumlah pasien sembuh harian terbanyak, yakni mencapai 120 orang. Sementara itu sebanyak hampir setengah pasien meninggal hari ini dikonfirmasi di Jatim, yakni 22 orang.
Di sisi lain, Jatim saat ini menjadi salah satu daerah yang mulai memasuki fase transisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Dengan demikian masyarakatnya tengah dipersiapkan untuk "berdamai" dengan virus Corona dan memasuki era new normal, sementara kurva kasus positifnya terus mengkhawatirkan.
Kendati demikian, Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia, Pandu Riono, meminta publik untuk tak serta-merta mengaitkan kenaikan jumlah kasus positif ini dengan PSBB transisi. Sebab alih-alih karena kebijakan itu, Pandu lebih meyakini peningkatan jumlah kasus positif akibat serangkaian peristiwa 2 pekan lalu seperti mudik dan Hari Raya Idul Fitri 1441 H.
(wk/elva)