Teknik Menekan Leher Dikecam Usai Kematian George Floyd, Trump Justru Bilang Ini
Dunia

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan pendapatnya terkait teknik yang kerap digunakan polisi AS yaitu menekan leher untuk melumpuhkan tersangka.

WowKeren - Kematian seorang pemuda kulit hitam George Floyd akibat perlakuan kasar dan sikap rasis polisi Minneapolis, Amerika Serikat, hingga saat ini masih menjadi sorotan dunia. Floyd meninggal usai petugas polisi menekan lehernya dengan kaki hingga ia kehabisan napas.

Adanya peristiwa ini membuat teknik menyerang tersebut menuai kecaman. Namun, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump nampaknya tak sepenuhnya setuju akan hal tersebut.

Trump mengatakan teknik menekan leher yang digunakan sejumlah polisi AS untuk melumpuhkan tersangka itu diperlukan dalam situasi yang berbahaya. "Jika seorang polisi terlibat dalam perkelahian sengit dan dia meraih seseorang... Anda harus berhati-hati," ujar Trump. "Konsep menekan leher (tersangka) terdengar sangat murni, betul-betul sempurna."

Meski begitu, menurut Trump, melarang metode ini -- seperti tuntutan para demonstran di seluruh AS akibat ulah keji polisi yang memicu tewasnya George Floyd usai lehernya ditekan lutut polisi -- akan lebih bagus. "Secara umum begitu," ujarnya dalam wawancara dengan Fox News dilansir dari AFP, Sabtu (13/6).

Trump pun berjanji akan membuat "rekomendasi yang sangat kuat" untuk otoritas lokal. Diketahui, dalam rekaman wawancara pada Kamis (11/6) waktu setempat itu, Trump merespons seruan dari seluruh AS agar polisi menghentikan penggunaan metode tersebut ketika melakukan penangkapan tersangka.


Teknik menekan leher atau penguncian leher adalah cara melumpuhkan seseorang dengan aman, tetapi juga berisiko besar membuat seorang tersangka meregang nyawa.

Sebelumnya, akibat kasus kematian Floyd tersebut, Kota Midwestern itu kini sepakat melarang metode menekan leher saat polisi melumpuhkan tersangka. Di New York, Eric Garner, warga Afrika-Amerika tak bersenjata, meninggal pada 2014 setelah seorang petugas polisi melakukan tindakan serupa saat proses penangkapannya.

Ketika ditanya mengenai aksi-aksi protes terhadap kebrutalan polisi, Trump mengatakan dirinya ingin "melihat penegakan hukum yang benar-benar berbelas kasih tetapi kuat". "Ketangguhan kadang-kadang adalah yang paling berbelas kasih," ujarnya.

Sementara itu, Trump diketahui tengah merancang sebuah aturan untuk melakukan reformasi kepolisian, imbas dari kematian George Floyd. Namun, belum diketahui kapan Trump bakal mengumumkan isi rancangan Keppres tersebut.

"Kami akan membuat rancangan kebijakan secara proaktif, dengan bentuk keputusan presiden atau rancangan undang-undang," kata Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany, dilansir dari CNN Kamis (11/6).

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait