Sebuah organisasi pecinta hewan di Tiongkok menemukan ratusan kucing yang diselundupkan dari para petugas. Kabarnya, ratusan kucing tersebut akan dijadikan santapan eksotik di sebuah rumah makan.
- Marina Larasati
- Senin, 15 Juni 2020 - 19:03 WIB
WowKeren - Sudah lama warga Tiongkok dikecam karena kegemarannya mengonsumsi hewan-hewan tak biasa. Mulai dari hewan liar, anjing, hingga kucing. Belakangan ini, ditemukan lebih dari 700 ekor kucing yang dicuri dari pemiliknya untuk dimasak dan dikonsumsi. Temuan mengiris hati ini terdapat di Linfen, Provinsi Shanxi.
Dilansir dari Daily Mail dalam Indozone, Senin (15/6), ratusan kucing tersebut berada dalam kandang kecil secara berdesakkan. Kucing-kucing ini diyakini akan dikirim ke restoran untuk diolah menjadi kuliner eksotik. Berita ini sontak membuat pemerhati hewan geram.
Mereka menyayangkan tindakan orang-orang tak bertanggung jawab tersebut. Tindakan biadab ini juga kembali mengingatkan kita pada awal mula wabah virus Corona melanda dunia. Hal ini disebabkan dari kebiasaan warga Tiongkok yang kerap menjadikan hewan-hewan liar menjadi santapan sehari-hari.
Untung saja tindakan ini diketahui oleh sebuah organisasi pecinta hewan. Mereka berhasil menyelamatkan ratusan kucing tersebut. Seorang warga bernama Li mengatakan tidak sengaja menemukan ratusan ekor kucing tersebut saat menginap di sebuah hotel murah. Dari jendela kamar, ia melihat kandang kucing di halaman belakang hotel.
"Para kucing malang itu tengah menunggu giliran mereka untuk disajikan sebagai makanan di atas meja. Kita harus menolong mereka," jelas Li dikutip dari Indozone.
Berita ini juga sempat dibagikan oleh pemilik akun Twitter @Alroeya yang mengunggah video tersebut pada Minggu, (14/6). Kucing itu disebut akan disembelih untuk diperjual belikan di tempat penjualan daging di China.
Organisasi Linfen Small Animal Rescue langsung turun tangan ke TKP dan menyelamatkan kucing-kucing tersebut. "Kami sudah memindahkan banyak kucing ke kandang yang lebih layak. Kami juga memberikan mereka makanan dan air, serta dokter hewan untuk mengobati luka mereka," jelas salah seorang perwakilan organisasi.
Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan. Memakan daging kucing dan anjing memang masih menjadi isu kontroversial di sana.
Beberapa kota mulai membatasi konsumsi daging hewan liar, terlebih setelah pandemi COVID-19. Namun, masih banyak warga yang ingin mengonsumsi daging hewan tersebut. Bahkan, festival daging Yulin kini tengah dinanti-nanti.
(wk/lara)