Menko PMK Muhadjir Effendy menyatakan jika kebijakan new normal tidaklah lengkap jika pasar tidak dibuka, turut bandingkan dengan pernikahan tanpa mempelai.
- Ruth Meliana
- Selasa, 16 Juni 2020 - 15:23 WIB
WowKeren - Pemerintah Indonesia terus menggencarkan hidup new normal di tengah pandemi virus corona (COVID-19). Berbagai sektor pun terus dibuka secara bertahap dalam menyambut adaptasi tatanan hidup normal baru.
Salah satu sektor yang akan dibuka pemerintah di tengah pandemi virus corona adalah pasar tradisional. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyatakan siap pemerintah telah yakin untuk membuka pasar tradisional saat new normal meskipun risiko penularan virus corona cukup tinggi.
Muhadjir menyatakan jika new normal tanpa membuka pasar adalah hal yang tidak lengkap. “New normal tanpa membuka pasar tradisional, ibarat pernikahan tanpa ada mempelainya,” kata Muhadjir seperti dilansir dari CNNIndonesia, Selasa (16/6).
Lebih lanjut Muhadjir menyatakan jika pemerintah tela mempersiapkan sejumlah protokol kesehatan bagi pasar tradisional. Salah satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan rutin bagi pedagang dan petugas di pasar tradisional.
Pemeriksaan rutin secara ketat ini dilakukan karena interaksi antara pedagang dan pembeli di pasar selama ini sangatlah tinggi. Terlebih, belakangan terakhir klaster-klaster virus corona banyak bermunculan di pasar-pasar.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) ini menegaskan jika protokol kesehatan harus dijalankan dengan disiplin agar pemeriksaan tidak menjadi sia-sia. Hal ini dilakukan dengan menjaga jarak antara pedagang dan pembeli.
”Kepada para penjaja dan awak pasar harus dilakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” jelas Muhadjir. “Antarpenjaja dan antarpembeli harus dibuat berjarak. Oleh sebab itu area pasar harus diperluas misalnya dengan memanfaatkan jalan raya yang bersebelahan dengan pasar.”
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menutup 19 pasar tradisional setelah muncul klaster baru. Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19, Reisa Broto Asmoro mengatakan pasar tradisional merupakan lokasi yang rentan terhadap penularan virus corona.
Reisa bahkan mengklaim sudah ada belasan ribu pasar tradisional di Indonesia yang telah memiliki kasus virus corona namun belum melaporkannya. Meski demikian, ia enggan menyebut pasar mana saja yang masih belum melaporkannya.
(wk/lian)