Jumlah kasus positif corona (COVID-19) di Kota Malang pada Selasa (16/6) berjumlah 95 orang. Dari jumlah tersebut, klaster keluargalah yang paling mendominasi.
- Nidya Putri
- Rabu, 17 Juni 2020 - 11:18 WIB
WowKeren - Angka kasus positif virus corona (COVID-19) di Malang mengalami kenaikan pada Selasa (16/6). Diketahui, kenaikan yang terjadi di Kota Malang ada 95 orang.
Menurut Satgas COVID-19 Kota Malang menyebut klaster keluarga mendominasi tingginya kasus. Menurut pemantauan Satgas COVID-19, mobilitas masyarakat yang tinggi menjadi penyebab utama melonjaknya kasus positif.
Kurang teraturnya pemantauan oleh petugas menjadi sebab penting terhadap lonjakan kasus. Hingga saat ini, terdapat 10 keluarga yang masuk dalam klaster tersebut.
Humas Satgas COVID-19 Kota Malang, Husnul Mu'arif mengatakan, 10 keluarga itu tersebar di Kecamatan Blimbing dan Kecamatan Kedungkandang. "Klaster keluarga itu di Kecamatan Blimbing ada tujuh keluarga. Kedungkandang itu ada tiga keluarga," katanya, Selasa (16/6).
Lebih lanjut, Husnul mengatakan ada 30 hingga 35 orang yang terjangkit virus corona baru dari klaster keluarga. Menurutnya, penularan COVID-19 terjadi karena salah satu keluarga yang terinfeksi menularkan virus kepada anggota lainnya.
"Ada anggota keluarga yang konfirmasi positif. Anggota keluarga yang satu rumah ada yang tertular," katanya. Hal ini kemudian diperparah dengan perilaku pasien positif yang tengah menjalani karantina mandiri.
Menurut Husnul, sebagian besar kasus di klaster itu disebabkan pasien positif yang tak mematuhi protokol kesehatan saat melakukan karantina di rumah. "Karena isolasinya tidak tertib dan disiplin," jelasnya.
Untuk mencegah penularan meningkat, Pemkot Malang akan mengawasi secara ketat pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri. Pasien positif COVID-19 yang tak disiplin menerapkan protokol kesehatan akan diisolasi di rumah sakit. "Konfirmasi positif isolasi di rumah sakit," jelasnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mencatat total 8.290 kasus positif corona. Dengan jumlah korban meninggal sebanyak 658 orang dan yang sembuh berjumlah 2.384 orang.
Surabaya masih menjadi "juara" dengan jumlah kasus positif corona sebanyak 4.181 orang, kemudian disusul oleh Kabupaten Sidoarjo 1.020. Kemudian ada Kabupaten Gresik dengan jumlah 360 kasus positif corona.
(wk/nidy)