Seorang Pria Diperiksa Polisi Usai Unggah Guyonan Gus Dur, Yenny Wahid Singgung   Oknum Sensitif
Nasional

Guyonan Gus Dur yang diunggah oleh pria bernama Ismail Ahmad tersebut berbunyi: 'Hanya ada 3 polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng'.

WowKeren - Seorang pria di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara, bernama Ismail Ahmad harus berurusan dengan pihak kepolisian akibat unggahannya di media sosial. Ismail diperiksa polisi usai mengunggah guyonan dari Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Ismail sendiri menyebut bahwa guyonan yang diunggahnya selama ini telah populer di kalangan masyarakat. "Hanya ada 3 polisi jujur di Indonesia: patung polisi, polisi tidur, dan Hoegeng," demikian guyonan Gus Dur yang diunggah oleh Ismail.

Polres Kabupaten Kepsul lantas memanggil Ismail untuk diminta klarifikasi. Ismail sendiri telah menyampaikan permintaan maaf dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Polres pada Selasa (16/6).

Kasus ini lantas sampai ke telinga putri sulung Gus Dur, Yenny Wahid. Menurut Yenny, kebebasan berpendapat di Indoensia sebenarnya masih dijamin oleh undang- undang.


Oleh sebab itu, masyarakat disebutnya masih bisa bebas bersuara dengan kritis. "Namun yang jelas, ada oknum-oknum aparat keamanan yang terlalu sensitif dan terlalu mudah menggunakan kekuasaannya untuk mengintimidasi anggota masyarakat sipil lainnya," tutur Yenny dilansir Kumparan pada Kamis (18/6).

Lebih lanjut, Yenny menyebut bahwa kesehatan jiwa masyarakat Indoensia bisa terganggu apabila humor atau candaan satire saja dilarang di negara ini. Komisaris Independen Garuda Indonesia ini bahkan menganalogikan hal ini selayaknya orang sakit gigi.

"Lama-lama di negara ini, kalau ketawa saja enggak boleh, bisa pada sakit gigi semua di masyarakat, karena hanya orang sakit gigi yang susah ketawa," ujar Yenny. "Humor dan satire adalah kebebasan yang harus dilindungi kalau masyarakat ingin tetap mempertahankan kewarasan kita sebagai bangsa. Saya bahkan masih ingat ada mantan Kapolri yang mengutip lelucon Gus Dur tentang polisi dengan tanpa beban."

Selain itu, aparat penegak hukum juga dinilai Yenny harus lebih banyak melakukan langkah positif untuk berbenah diri. Tujuan menjadi aparat penegak hukum seharusnya adalah untuk menjadi abdi masyarakat yang profesional dan bersih, sesuai dengan tuntutan reformasi.

"Membersihkan nama baik itu sangat susah," pungkas Yenny. "Jangan sampai gara-gara tindakan satu dua oknum maka seluruh institusi jadi tercemar."

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait