Ini Alasan Koin Seribu Rupiah Berlambang Sawit Bisa Dijual Hingga Rp 100 Juta
Nasional

Menurut Peraturan Bank Indonesia nomor 18/33/PBI/2016, uang logam seribu rupiah berlambang sawit sebenarnya masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI.

WowKeren - Media sosial dihebohkan oleh tangkapan layar yang menunjukkan foto uang koin pecahan Rp 1.000 bergambar kelapa sawit dijual dengan harga fantastis. Dicek pada Kamis (18/6), ada koin seribu rupiah berlambang sawit yang dijual dari harga belasan juta, puluhan juta, hingga mencapai Rp 100 juta di salah satu marketplace.

Koin 1.000

Tokopedia

Uang logam seribu rupiah berlambang sawit sebenarnya masih tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah NKRI. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia nomor 18/33/PBI/2016 tentang pengeluaran uang rupiah kertas pecahan 1.000 tahun emisi 2016.

Melansir CNN Indonesia, uang kartal dengan nilai seribu rupiah rupanya sah diperjualbelikan dengan harga yang lebih tinggi atau lebih rendah karena tidak ada ketentuan larangan dalam undang-undang maupun Peraturan BI. Larangan yang diatur dalam UU hanya meliputi meniru rupiah dan menyebarkan rupiah tiruan; merusak, memotong, menghancurkan dan atau mengubah rupiah; memalsukan rupiah hingga mendistribusikan bahan baku yang digunakan untuk membuat rupiah palsu.


Meski demikian, kolektor uang lama Nazym Otie Kusardi menjelaskan bahwa harga yang dibanderol penjual di sejumlah marketplace itu tidak wajar. Ia bahkan menyebut penjual tersebut mematok harga asal-asalan.

"Itu orang jual ngawur saja," tutur Nazym dilansir Kompas.com. "Masih banyak yang jual dengan harga Rp 3 ribu sampai Rp 10 ribu per keping."

Nazym menjelaskan bahwa uang dapat dijual dengan harga yang lebih tinggi jika memiliki kekhususan lain seperti uang cetakan khusus alias proof. Menurut Nazym, uang logam proof pecahan Rp 1.000 dapat dijual hingga Rp 4 juta, tergantung kondisinya. Adapun uang proof tampak dari kondisi fisiknya yang lebih terang.

"Permukaan lebih terang dan bagus seperti bercermin," ujar Nazym. "Yang dilihat orang awam seperti bercermin tidak sama dengan yang dilihat kolektor."

Terkait viralnya harga uang koin seribu rupiah sawit, Nyzam menduga ada pihak yang ingin menaikkan nilai jual uang tersebut. "Mungkin ada orang yang ingin harganya naik, maka itu dengan sengaja diviralkan di media sosial," pungkas Nyzam.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait