Cegah Penularan COVID-19, Jamaah Salat Jumat Rela Kepanasan Lantaran AC Masjid Tak Dinyalakan
Nasional

Pengurus masjid membeberkan alasan mengapa pihaknya tidak menyalakan AC lantaran demi mencegah penyebaran virus corona di antara para jamaah yang melangsungkan salat Jumat.

WowKeren - Pemerintah akhirnya memperbolehkan salat Jumat digelar kembali di tengah pandemi. Namun tentu saja, hal itu dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Salah satu masjid di Bekasi, Masjid Jami Al-Azhar, bahkan tidak menyalakan AC maupun kipas angin saat salat berlangsung. Hal itu dilakukan guna meminimalisir penyebaran virus corona (COVID-19).

Tak pelak, kondisi ini pun menyebabkan kondisi udara di dalam masjid menjadi panas. Meski demikian, para jamaah tak mempermasalahkan kondisi ini sebab hal itu demi keselamatan bersama.

"Kalau kenyamanan kan kurang ya," kata salah seorang jamaah, Budi, dilansir dari detikcom, Jumat (16/6). "Cuma demi kesehatan nggak masalah."

Hal senada juga diungkapkan oleh Sarwani, jamaah lainnya. "Ya kalau untuk khusyukan yang sudah biasa dingin, pasti gerah, cuma itu (kipas-AC dimatikan) untuk menjaga (penyebaran) virus, dia kan nggak tahan suhu panas, pertimbangan salah satunya," ucap Sarwani.


Pengurus masjid pun membeberkan alasan pihaknya tidak menyalakan AC. "Kita tak menyalakan AC atau kipas angin, supaya virus tidak menyebar," ujar seorang pengurus masjid melalui pengeras suara.

Sementara itu, Dewan Masjid Indonesia (DMI) sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran terkait penerapan salat Jumat. Salat Jumat akan dilaksanakan secara bergelombang berdasarkan ganjil-genap nomor telepon.

Meski demikian, DMI tidak mengharuskan masjid untuk melakukan semua itu. Sekjen DMI Imam Addaruquthni mengatakan pihaknya hanya memberi panduan agar jemaah tidak membludak di dalam masjid guna mencegah potensi penularan virus corona.

"Iya (hari ini diterapkan), diserahkan saja kepada masing-masing masjid yang menerapkan, yang jemaahnya melimpah, yang masih terpapar covid," kata Imam dilansir CNN Indonesia, Jumat (19/6).

Terkait penerapan ganjil genap ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebelumnya juga telah memberikan tanggapan. Mereka kurang sepakat dengan gagasan salat Jumat dua gelombang. Sekretaris Jenderal MUI Anwar Abbas mengatakan sudah menjadi kewajiban bagi umat Muslim untuk menyediakan tempat salat Jumat yang lebih luas.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait