Puluhan pasar tradisional di Surabaya telah dipasangi tirai plastik yang bertujuan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 dan munculnya klaster baru. Pemasangan dilakukan oleh PD Pasar Surya dibantu Pemkot Surabaya.
- Nidya Putri
- Senin, 22 Juni 2020 - 10:26 WIB
WowKeren - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan berbagai cara untuk menekan penyebaran virus corona (COVID-19) untuk menyambut era normal baru atau new normal di Kota Pahlawan tersebut. Salah satunya dengan pemasangan tirai plastik di pasar basah atau pasar tradisional.
Penerapan tirai plastik ini sebelumnya telah dilakukan pada Pasar Genteng Baru dan Pasar Tambahrejo. Kini puluhan pasar tradisional di Surabaya telah dipasangi tirai plastik oleh PD Pasar Surya.
“Pemasangan tirai plastik ini dibantu Pemkot Surabaya," ujar Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya, M. Taufiqurrahman, Minggu (21/6). "Pemasangan dilakukan Dinas Cipta Karya."
Selain Pasar Genteng Baru dan Tambahrejo, pasar lain yang sudah terpasang tirai plastik adalah Pasar Pabean, Wonokitri, Pakis, Simo Gunung, Lakarsantri, dan Pasar Simo. Selain itu, Pasar Kupang Gunung, Dukuh Kupang, Dupak Bandarejo, Krukah, Pucang Anom, sampai Pasar Blauran Baru juga sudah terpasang tirai plastik pencegah COVID-19.
Demikian juga di sejumlah pasar lain seperti Pasar Asemrowo, Pasar Kembang, Kendangsari, Keputih, Bratang, Keputran Selatan, dan Pasar Wonokromo. “Pemasangan tirai plastik ini supaya ada sekat atau pembatas antara pedagang dan pembeli. Sebagai pelindung agar tidak ada interaksi langsung antara mereka,” katanya.
Tidak hanya pemasangan tirai plastik, upaya pencegahan penyebaran COVID-19 di pasar tradisional juga dilakukan dengan mengubah kebiasaan cara transaksi. Umumnya, pembayaran dilakukan secara langsung dengan cara pembeli memberikan uang kepada pedagang.
Menghadapi new normal, cara pembayaran tersebut pun harus berubah. Pembayaran di pasar tradisional harus memakai nampan.
“Uang dari pembeli ditaruh di nampan, jika ada uang kembalian juga diletakkan melalui nampan. Ini untuk menghindari kemungkinan bersentuhan,” terangnya. Atas perubahan cara pembayaran itu, Pemkot Surabaya sudah memberikan bantuan 10 ribu nampan kepada pedagang di sejumlah pasar yang ada di Surabaya.
Direktur Teknik dan Usaha PD Pasar Surya, Muhibuddin mengatakan sosialisasi dilakukan di 67 pasar yang dikelola PD Pasar Surya dalam rangka pembentukan satgas pasar tangguh. Satgas itu terdiri dari unsur pengelola pasar dan perwakilan pedagang. “Kami sudah mengumpulkan seluruh kepala cabang dan kepala pasar agar membentuk satgas yang melibatkan perwakilan pedagang di semua pasar yang kami kelola,” ungkapnya.
Ia menjelaskan dalam konsep tatanan normal baru di pasar tradisional, satgas ini memiliki peran penting agar sebuah pasar menjadi pasar tangguh. “Satgas ini yang memiliki fungsi melaksanakan dan mengawasi kegiatan di dalam pasar,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya Agus Hebi Djuniantoro menyebutkan hampir semua pasar PD Pasar Surya sudah pakai tirai plastik. Pemasangan tirai plastik ini sebagian besar dilakukan oleh pedagang bahan basah.
“Untuk bahan-bahan basah, seperti pedagang ikan, daging, dan tahu, yang nyiprat-nyiprat ada airnya itu," kata Hebi. "Nah, supaya airnya tidak nyiprat ke pembeli dikasih tirai atau pembatas plastik."
Menurutnya, pemasangan tirai plastik pada pedagang bahan basah ini juga mendapat berbagai respon dari masyarakat. Ada yang mendukung, adapula yang masih kurang paham terhadap fungsi pembatas tersebut. “Terus terang ini adalah hal baru. Namun kita tetap arahkan mereka untuk bagaimana pun itu adalah salah satu upaya memutus mata rantai COVID-19,” jelasnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, ketaatan pengunjung maupun pedagang terhadap protokol kesehatan di pasar tradisional juga meningkat. Tak hanya pedagang, para pembeli juga semakin sadar.
(wk/nidy)