RI Krisis DBD di Tengah Pandemi Corona, 'Panen' Sampai 500 Kasus Positif Setiap Hari
Nasional

Kemenkes mengungkap, biasanya, wabah DBD akan mereda selepas bulan Maret. Namun tahun ini justru 'spesial' lantaran wabah DBD seolah menemani pandemi COVID-19 yang terus meluas.

WowKeren - Indonesia nyatanya tak hanya berhadapan dengan wabah virus Corona. Sebab Kementerian Kesehatan juga meminta masyarakat lebih waspada terhadap perkembangan wabah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Bahkan DBD tahun 2020 ini pun berbeda dengan situasi tahun-tahun sebelumnya yang mereda sekitar bulan Maret. Pasalnya sampai bulan Juni seperti sekarang, kasus DBD masih begitu tinggi dengan total kasus kumulatif mencapai 68 ribu.

Setiap harinya, imbuh Kemenkes, terjadi penambahan kasus positif DBD yang memang tak sebanyak COVID-19 belakangan ini namun konsisten. Yakni mencapai 100 sampai 500 kasus setiap harinya.

"Ada yang berbeda di tahun ini mengapa penambahan kasus sampai bulan Juni demam berdarah masih cukup banyak.Angka ini agak berbeda dari tahun sebelumnya," kata Direktur Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, M.Epid, dalam diskusi virtual di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Senin (22/6).

"(Kasus positif bertambah) 100 sampai 500 per hari," imbuh Siti Nadia, seperti dikutip dari Kumparan. "Jadi total 68.000 kasus sejauh ini di seluruh Indonesia."


Terkait dengan persebaran wabahnya, menurut Siti Nadia, sejauh ini masih seperti dengan persebaran COVID-19. Bahkan daerah dengan angka COVID-19 tinggi juga ikut mencatatkan jumlah pasien positif DBD yang tak kalah banyak.

"Provinsi dengan kasus COVID-19 tinggi, kasus demam berdarahnya juga tinggi," jelas Siti Nadia. "Tertinggi di Jabar kemudian Lampung, NTT, Jatim, Jateng dan DIY, termasuk Sulsel yang kasus COVID-19-nya juga tinggi."

Sedangkan untuk angka kematiannya, imbuh Siti Nadia, memang tak sebanyak COVID-19. Namun tetap saja angka ini begitu tinggi dan wajib segera dicari solusinya agar tak terus menimbulkan korban jiwa.

"Kita lihat DBD menimbulkan angka kematian, sudah mencapai 346 orang," terangnya. "Gambaran provinsinya sama dengan jumlah kasus tadi."

"460 kabupaten kota yang melaporkan demam berdarah. 439 di antaranya juga melaporkan kasus COVID-19," imbuh Siti Nadia, menjelaskan kaitan antara wabah COVID-19 dengan DBD.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait