Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan buka suara terkait kritikan sejumlah pihak terkait pelaksanaan Car Free Day (CFD) perdana yang dinilai akan membawa gelombang kedua COVID-19.
- Nidya Putri
- Senin, 22 Juni 2020 - 14:13 WIB
WowKeren - Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah mengizinkan pelaksanaan Car Free Day (CFD) pertama kali di tengah pandemi COVID-19 pada Minggu (21/6) kemarin. Imbasnya, kawasan Sudirman-Thamrin dipenuhi oleh warga yang bersepeda dan olahraga.
Hal ini membuat banyak pihak yang khawatir jika kondisi tersebut dapat memicu gelombang kedua COVID-19 menyerang ibu kota. Menanggapi hal ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan dirinya akan mengevaluasi pelaksanaan CFD atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) tersebut hari ini (22/6).
Dari evaluasinya, nanti akan diputuskan apakah CFD pekan berikutnya akan dilakukan dengan cara yang sama atau tidak. "Kegiatan HBKB kemarin, kita akan review hari ini. Kemudian dikumpulkan datanya, tentang berapa yang datang, dan lain-lain," ujar Anies di Balai Kota, Jakarta, Senin (22/6). "Nanti kita akan putuskan, apakah pendekatannya masih akan seperti kemarin, atau akan diubah pendekatannya."
Lebih lanjut, Anies mengatakan jika evaluasi akan dilakukan pada Senin malam. Pihaknya siap untuk mengoreksi dan memperbaiki agar pelaksanaan CFD berjalan lebih baik.
"Tapi, intinya adalah kita semua sedang dalam proses belajar menaati protokol, belajar mengelola kegiatan, dan setiap ada proses ambil hikmahnya, lakukan koreksi, lakukan perbaikan," ujarnya. "Nanti malam kita akan evaluasi HBKB. Dari situ kita akan kabarkan apa yang akan dikerjakan."
Sebelumnya, Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono mengkritik pembukaan CFD yang dipenuhi oleh warga. Tak jarang banyak warga yang tak mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak dan menggunakan masker.
Gembong pun meminta agar Pemprov DKI memastikan warga yang berkunjung harus menerapkan protokol kesehatan. "Sebetulnya kuncinya adalah pemprov bisa memastikan bahwa seluruh masyarakat mampu menerapkan atau menjaga protokol kesehatan, kuncinya di situ," ujar Gembong, Minggu (21/6). "Jadi kalau Pemprov sudah bisa memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat mampu menerapkan protokol kesehatan, saya kira itu langkah positif."
(wk/nidy)