Pesta Pernikahan 'Sumbang' Banyak Kasus Corona Baru, Semarang Justru Terapkan New Normal
Nasional

Baru-baru ini pesta pernikahan di Semarang 'menyumbangkan' banyak pasien positif COVID-19. Namun kini Walkot Semarang justru mengaku sudah menerapkan new normal.

WowKeren - Sebuah pesta pernikahan di Semarang sedang menjadi objek pembicaraan masyarakat luas. Bukan karena mewahnya keberjalanan pesta, tetapi lantaran banyak pasien positif Corona yang timbul dari pesta pernikahan tersebut.

Diketahui satu demi satu anggota keluarga dinyatakan positif COVID-19 usai mengikuti pesta tersebut. Tak hanya itu, bahkan ada beberapa anggota keluarga yang meninggal dunia.

Dan di tengah krisis tersebut, ternyata Kota Semarang sudah diam-diam melaksanakan new normal. Hal ini diungkap oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, yang menegaskan bahwa daerah pimpinannya memang tak pernah menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sebelumnya.

Sejak awal, imbuh Hendrar, Semarang selalu menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) alih-alih PSBB. Konsep dan prinsip dari gerakan ini pun tak jauh berbeda dengan new normal, yakni tak mengekang aktivitas masyarakat secara luas namun dengan tanggung jawab tinggi.

"Lho, kalau itu dari awal kita sudah new normal," kata Hendrar, dilansir dari Ayo Semarang, Senin (22/6). Namun demikian Hendrar membenarkan adanya sedikit perbedaan antara pelaksanaan new normal di daerah lain dengan Semarang.


"Pengeritan new normal daerah lain kan tempat usaha dibuka (setelah selama PSBB ditutup), kalau kita selama ini tempat usaha buka terus. Kalau tutup pun tutup sendiri karena tidak ada yang datang," jelas Hendrar. "Tapi dari pemerintah kota boleh, asal SOP kesehatan dijalankan."

"(Masalah) medis dan ekonomi sama-sama penting, maka harus berjalan beriringan," tuturnya. "Dan pemerintah berupaya menyadarkan masyarakat pentingnya menerapkan SOP kesehatan."

Di sisi lain, Hendrar resmi menerapkan kembali PKM Jilid 4 yang menerapkan sejumlah skema pelonggaran pembatasan kegiatan secara bertahap. Sedianya PKM Jilid 4 ini dilakukan selama periode Senin (22/6) sampai 5 Juli 2020 mendatang.

Sementara itu, pesta pernikahan di Semarang yang berujung nestapa banyak dikhawatirkan akan menjadi klaster baru wabah Corona. Pernikahan ini sendiri digelar pada pertengahan Juni 2020 kemarin dengan mengabaikan protokol kesehatan karena dihadiri lebih dari 30 orang.

Tak hanya menyerang pihak keluarga, klaster pesta pernikahan ini juga menjangkiti takmir masjid tempat pernikahan dilaksanakan. "Ternyata takmir di masjid dari 9 ada 5 positif, tracing ke keluarganya ada yang positif," ungkap Hendrar.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait