Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, kelompok John Kei sempat melepaskan tembakan sebanyak 7 kali kala mereka mencoba merusak gerbang klaster Australia Green Lake City.
- Bertilia Puteri
- Senin, 22 Juni 2020 - 15:51 WIB
WowKeren - Aksi penembakan terjadi di kawasan Green Lake City Cluster Australia, Jl Australia VI Cipondoh, Tangerang, Banten, pada Minggu (21/6). Pelaku aksi penembakan yang berjumlah sedikitnya 30 orang tersebut adalah anggota kelompok John Kei.
Para pelaku termasuk John Kei sendiri langsung diamankan oleh Polda Metro Jaya di kawasan Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu malam. Menurut Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, kelompok John Kei sempat melepaskan tembakan sebanyak 7 kali kala mereka mencoba merusak gerbang klaster Australia Green Lake City.
"Mereka keluar ke kompleks dan merusak pintu gerbang kompleks," tutur Nana dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya pada Senin (22/6) hari ini. "Mereka sempat melepaskan tembakan 7 kali."
Aksi penembakan tersebut membuat seorang sopir ojek online (ojol) terluka akibat terkena tembakan di bagian jempol kaki. "Sopir ojol tertembak di jempol kaki kanan," ungkap Nana.
Tak hanya itu, kelompok John Kei juga diduga terlibat dalam aksi pembacokan di Cengkareng, Jakarta Barat, pada Minggu (21/6). Korban peristiwa pembacokan tersebut dinyatakan meninggal dunia.
Akibatnya, John Kei beserta 29 anak buahnya resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan di Cengkareng. Mereka juga dijerat pasal pembunuhan berencana terhadap saudara John Kei, yakni Nus Kei, di Green Lake City.
Nana mengungkapkan bahwa perintah pembunuhan dari John Kei ditemukan di salah satu ponsel milik anggotanya. Hal itu menguatkan bukti bahwa pembunuhan di Cengkareng dan penyerangan di Tangerang terjadi di bawah perintah John Kei.
"Menemukan di handphone (anggotanya) di mana ada perintah John Kei ke anggotanya. Indikatornya adalah adanya perencanaan pembunuhan saudara Nus Kei (di Tangerang) dan EER atau YDR (di Cengkareng)," papar Nana. "Ada pembagian tugas atau peran, mereka merencanakan sasaran Nus Kei , EDR. Juga ada juga bertugas mencari sasaran lain. Itulah indikator pemufakatan jahat itu."
Nana menjelaskan bahwa motif upaya pembunuhan tersebut adalah sengketa pembagian hasil penjualan tanah. John Kei merasa saudaranya Nus Kei tidak terbuka soal hasil penjualan tanah tersebut.
Sengketa tersebut tak dapat diselesaikan dengan cara damai hingga mereka saling mengancam lewat pesan singkat. John Kei lantas mengerahkan anggotanya untuk menyerang Nus Kei.
"Mereka ini masih keluarga John Kei dan Nus Kei, atas masalah pribadi," pungkas Nana. "Masalah pribadi awalnya. Tapi karena tidak adanya penyelesaian kemudian mereka saling mengancam lewat HP."
(wk/Bert)