BREAKING: COVID-19 Capai 46.845 Kasus, Jatim Kembali Jadi Penyumbang Tertinggi
Getty Images
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Jumlah pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh bertambah sebanyak 331 orang pada hari ini. Dengan demikian, total pasien COVID-19 yang telah sembuh kini mencapai 18.735 orang.

WowKeren - Pemerintah Indonesia kembali memberikan perkembangan data kasus COVID-19 di Tanah Air. Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, mengumumkan tambahan 954 kasus positif pada Senin (22/6) hari ini.

Dengan demikian, jumlah pasien COVID-19 di Indonesia telah mencapai 46.845 orang. "Konfirmasi COVID-19 yang kita dapatkan sebanyak 954 orang, sehingga totalnya menjadi 46.845 orang," tutur Yuri dalam konferensi pers yang disiarkan di kanal YouTube BNPB Indonesia pada hari ini.

Selain itu, jumlah pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh bertambah sebanyak 331 orang pada hari ini. Dengan demikian, total pasien COVID-19 yang telah sembuh kini mencapai 18.735 orang.

Kemudian jumlah pasien COVID-19 yang dilaporkan meninggal dunia bertambah sebanyak 35 orang pada hari ini. Total pasien yang meninggal imbas COVID-19 pun kini telah mencapai 2.500 orang.


Update Corona

YouTube/BNPB Indonesia

Di sisi lain, tambahan kasus COVID-19 pada hari ini tidak tersebar secara merata di seluruh Indonesia. Pemerintah mencatat provinsi Jawa Timur kembali menjadi penyumbang tambahan kasus COVID-19 tertinggi pada hari ini.

"Kita perhatikan sebarannya, tertinggi yang melaporkan kasus positif pada hari ini adalah provinsi Jawa Timur, dengan jumlah 315 orang dan sembuh 66 orang," ungkap Yuri. "Kemudian DKI Jakarta 127 orang, sembuh 74 orang. Sulawesi Selatan 111 kasus baru, dan 38 sembuh. Kalimantan Selatan 89 kasus baru dengan 10 sembuh, Sumatera Selatan 60 kasus baru dan 17 sembuh."

Di sisi lain, Yuri juga menyampaikan bahwa jumlah pemeriksaan spesimen COVID-19 pada hari ini menurun secara signifikan, yakni 10.926 spesimen. Menurut Yuri, penurunan jumlah spesimen ini disebabkan oleh sejumlah laboratorium yang tutup pada Minggu (21/6) kemarin.

"Angka ini menurun cukup drastis karena pada hari Minggu kemarin ada 20 laboratorium yang tidak melakukan pemeriksaan dikarenakan libur," ujar Yuri. "Sebagian besar ini adalah laboratorium rumah sakit yang kemudian libur dari aktivitas dan baru memulainya pada hari Senin pagi ini."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts