Bukan Corona, PSBB di Palembang Justru Bikin Kasus DBD Menurun Drastis
Nasional

Dinas Kesehatan Sumatera Selatan menilai pelaksanaan PSBB demi mencegah penularan COVID-19 juga ikut berdampak positif terhadap melambatnya penularan demam berdarah dengue (DBD).

WowKeren - Diketahui COVID-19 bukan satu-satunya penyakit yang tengah mewabah dan wajib diperangi di Indonesia. Ada pula penyakit lain seperti tuberkulosis (TB) yang beberapa waktu lalu memicu kecemasan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan demam berdarah dengue (DBD) yang jumlah pasien positifnya hampir 2 kali lipat kasus COVID-19.

Namun tampaknya pemerintah saat ini jauh lebih fokus mengentaskan pandemi COVID-19 yang memang juga tengah dihadapi berbagai negara. Berbagai protokol kesehatan disiapkan untuk memerangi COVID-19, salah satunya pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Yang tak disangka, ternyata PSBB ini juga berdampak positif terhadap upaya memerangi wabah DBD. Hal ini seperti diungkap oleh Dinas Kesehatan Sumatera Selatan yang mendapatkan kasus DBD di Kota Palembang periode Mei 2020 menurun drastis.

"Menurut analisis saya, PSBB yang dilakukan sebanyak dua kali membuat aktivitas masyarakat berhenti," jelas Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinkes Sumsel, Muyono, Selasa (23/6). "Sehingga tidak menyebarkan DBD kepada orang lain."


Sebagai pembanding, pada Mei 2020 kemarin ada 79 kasus DBD di seluruh Sumsel. Padahal biasanya angka itu hanya dicatatkan di Palembang, seperti pada Januari mencapai 89 kasus, Februari 121 kasus, Maret 106 kasus, dan April 35 kasus.

Terkait dengan penurunan pada bulan April pun tak lepas dari musim yang bergeser ke kemarau sehingga curah hujan berkurang. Sedangkan bila ditotal dari Januari sampai Mei 2020, di Sulsel ada 1.831 kasus positif DBD, jauh berkurang bila dibandingkan pada periode yang sama di 2019 yang mencapai hampir 3 ribu kasus.

"Jumlah kasus DBD itu mengalami penurunan di periode yang sama pada tahun 2019 lalu," kata Muyono, dikutip dari Medcom. "Dimana angka kasus DBD hampir mendekati tiga ribu kasus."

Kendati demikian, situasi ini tak semestinya membuat pemerintah setempat merasa lega lantaran penurunan bukan berarti pengentasan DBD sudah berhasil. Dinkes Sumsel pun meminta pemerintah untuk tetap berkonsentrasi menangani DBD sembari tetap fokus untuk menuntaskan wabah COVID-19.

Selain itu, masyarakat juga terus diimbau untuk melakukan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). "Menerapkan gerakan 3M yakni menguras, menutup, dan mengubur untuk mencegah DBD," terang Muyono.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait