Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menilai bahwa target produksi telah sesuai dengan kebutuhan pangan nasional. Dengan demikian, penurunan target juga akan berdampak pada pangan nasional.
- Bertilia Puteri
- Selasa, 23 Juni 2020 - 13:33 WIB
WowKeren - Target produksi Kementerian Pertanian (Kementan) dinilai terlalu tinggi oleh Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDIP, Sudin. Menurut Sudin, Kementan tak bisa mematok target yang terlalu tinggi dengan anggaran yang lebih sedikit.
"Tapi saat Rp 18 triliun, itu pencapaiannya masih segitu. Itu yang jadi bahan tertawaan semua pengamat pertanian, kok malah dikurangi anggarannya tapi produksi meningkat?" tutur Sudin dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Kementan pada Senin (22/6). "Jadi kita sama-sama evaluasi, targetnya nggak perlu setinggi langit tapi pencapaiannya sekaki bukit."
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo lantas menanggapi pernyataan tersebut. Syahrul menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menurunkan target produksi pangan strategis tahun 2021.
Syahrul menilai bahwa target produksi telah sesuai dengan kebutuhan pangan nasional. Dengan demikian, penurunan target juga akan berdampak pada pangan nasional.
"Makan rakyat enggak boleh tergerus sedikit pun, dan itu kami jamin. Kalau tidak mundurkan saya dari Menteri Pertanian," tegas Syahrul. "Maafkan saya, ini baru saya ungkapkan, enggak boleh."
Lebih lanjut, Syahrul menjelaskan bahwa dalam Surat Bersama Pagu Indikatif Tahun Anggaran 2021, Kementan menargetkan produksi padi 63,50 juta ton. Kementan juga menargetkan produksi jagung 26 juta ton, kedelai 48 ribu ton, dan daging sapi 463 ribu ton.
Sementara itu, dalam rancangan target produksi strategis 2021, Kementan menargetkan produksi bawang merah sebanyak 1,74 juta ton. Lalu cabai besar 1,45 juta ton, hingga cabai rawit 1,57 juta ton.
"Target kami tidak diturunkan karena itu sudah menjadi kebutuhan nasional. Kalau itu turun besok kita akan bersoal dengan makanan rakyat 267 juta," terang Syahrul. "Oleh karena itu apa pun dayanya, apa pun anggarannya, menurut saya selaku Mentan, target nggak boleh turun. Kita harus lakukan dengan segala daya dan upaya, salah satunya manfaatkan KUR itu."
Lebih lanjut, Syahrul juga menjelaskan bahwa krisis pangan kini menjadi masalah serius. Terlebih, Organisasi Pangan Dunia atau FAO memprediksi krisis pangan dunia.
"Akan terjadi serangan hama wereng 5 tahunan yang sudah terjadi di 5 negara dan menghancurkan pertaniannya," pungkas Syahrul. "Bahkan akan terjadi krisis pangan dunia yang akan menghancurkan 167 juta orang kelaparan di dunia. Indonesia tidak boleh terjadi."
(wk/Bert)